|
Negara-negara di dunia seperti Italia, Malaysia, dan Rusia telah lebih dulu melaksanakan program konversi dari bahan bakar minyak (BBM) menjadi bahan bakar gas (BBG) dibandingkan Indonesia. Pemerintah Indonesia sendiri baru akan memulai program serupa pada 1 April 2012.
Dalam paparan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral di sela rapat kerja dengan Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat terungkap bahwa Italia merupakan negara pertama yang melaksanakan konversi BBM menjadi BBG jenis Compressed Natural Gas (CNG) atau gas alam padat sejak 1930. Saat ini, di Italia terdapat 730 ribu unit kendaraan yang menggunakan CNG. Sementara itu, untuk penggunaan LGV atau Liquefied Gas for Vehicle sering disebut Vi-Gas di Italia baru dimulai pada 1996. Saat ini, terdapat 1,7 juta kendaraan di negara itu yang menggunakan LGV. Malaysia juga telah melaksanakan program BBG sejak 1992 dan dimulai dengan dua ribu kendaraan. "Pada 2009, jumlah kendaraan yang menggunakan gas sebanyak 42.600 unit. Artinya, hampir 17 tahun program konversi berjalan baru segitu saja jumlahnya," kata Menteri Energi, Jero Wacik di Jakarta, Senin 30 Januari 2012.
Berikut beberapa negara yang telah menggunakan BBG : - India. Negara tersebut telah menggunakan CNG sejak 1998, dimulai dengan seribu kendaraan. Saat ini, kendaraan di India yang menggunakan CNG mencapai 1,1 juta unit. Program BBG Pakistan juga dimulai sejak 1998 dengan 423 unit, dan saat ini telah ada 2,7 juta unit kendaraan menggunakan CNG
- China menjalankan program konversi BBM menjadi BBG sejak 1998 dan saat ini terdapat 450 ribu unit kendaraan menggunakan CNG. Sebanyak 143 ribu unit kendaraan di China memakai LGV. Sementara itu, di Jepang juga memulai program konversi BBM itu pada 1998. Jumlah kendaraan yang menggunakan LGV saat ini mencapai 288 ribu unit.
- Korea Selatan, program serupa berlangsung sejak 2000 dan telah melaksanakan konversi BBM ke CNG dan LGV. Untuk CNG, tahap awal hanya ada 58 kendaraan menggunakan CNG, dan saat ini terdapat 23 ribu unit. Namun, untuk LGV, sebanyak 2,3 juta unit kendaraan di Korea Selatan sudah menggunakan LGV.
- Negeri 'Gajah Putih', Thailand, melaksanakan program BBG sejak 2001 dan saat ini terdapat 473 ribu unit kendaraan menggunakan LGV dan 218 ribu unit memakai CNG. Iran menggunakan CNG sejak 2007 dan saat ini 1,9 juta unit kendaraan telah beralih ke CNG.
- Rusia melaksanakan program BBG sejak 2007 dan dimulai dengan 444 unit kendaraan. Saat ini, 1,2 juta unit kendaraan di Rusia telah beralih menjadi LGV. (art)
sumber : VIVAnews -
 Transfusi darah adalah proses mentransfer darah atau darah berbasis produk dari satu orang ke dalam sistem peredaran darah orang lain. Transfusi darah dapat menyelamatkan jiwa dalam beberapa situasi, seperti kehilangan darah besar karena trauma, atau dapat digunakan untuk menggantikan darah yang hilang selama operasi. Awal transfusi darah secara keseluruhan digunakan, tapi praktek medis modern umumnya hanya menggunakan komponen darah.Transfusi darah dapat dikelompokkan menjadi dua jenis utama tergantung pada sumber mereka: - Transfusi homolog, atau transfusi darah yang disimpan menggunakan orang lain. Ini sering disebut''''Allogeneic bukan homolog.
- Autologus transfusi, atau transfusi menggunakan darah pasien sendiri disimpan. Donor unit darah harus disimpan dalam lemari es untuk mencegah pertumbuhan bakteri dan memperlambat metabolisme sel. Transfusi harus dimulai dalam 30 menit setelah unit telah diambil keluar dari penyimpanan dikendalikan.
Darah hanya dapat diberikan secara intravena(melalui pembuluh darah). Karena itu membutuhkan insersi kanula sekaliber cocok.Sebelum darah diberikan, rincian pribadi pasien dicocokkan dengan darah untuk ditransfusikan, untuk meminimalkan risiko reaksi transfusi
SejarahSejarah pertama di transfusi darah digambarkan oleh Stefano abad ke-15 penulis sejarah Infessura. Infessura menceritakan bahwa, pada 1492, sebagai Paus Innosensius VIII tenggelam ke dalam koma, darah dari tiga anak laki-laki itu dimasukkan ke dalam Paus sekarat (melalui mulut, karena konsep sirkulasi dan metode untuk akses intravena tidak ada pada waktu itu) di saran dari dokter. Anak-anak berusia sepuluh tahun, dan telah dijanjikan ducat masing-masing. Namun, tidak hanya mati paus, tetapi begitu juga tiga anak. Beberapa penulis telah mendiskreditkan rekening Infessura itu, menuduh dia anti-papalism. Dengan dimulai eksperimen Harvey dengan sirkulasi darah, penelitian lebih canggih ke dalam transfusi darah dimulai pada abad ke-17, dengan eksperimen berhasil transfusi antara binatang. Namun, upaya berturut-turut pada manusia terus memiliki hasil yang fatal.
Transfusi darah pertama didokumentasikan sepenuhnya manusia diberikan oleh Dr Jean-Baptiste Denys, dokter terkemuka untuk Raja Louis XIV dari Perancis, pada tanggal 15 Juni 1667. Dia transfusi darah domba ke seorang anak berusia 15 tahun, yang selamat transfusi. Denys dilakukan transfusi lain ke dalam buruh, yang juga selamat. Kedua contoh kemungkinan besar karena sejumlah kecil darah yang sebenarnya ditransfusikan ke orang-orang ini. Hal ini memungkinkan mereka untuk menahan reaksi alergi. Pasien ketiga Denys 'untuk menjalani transfusi darah Swedia Baron Bonde. Ia menerima dua transfusi. Setelah transfusi kedua Bonde meninggal. Pada musim dingin 1667, Denys dilakukan beberapa transfusi Antoine Mauroy pada betis dengan darah, yang pada account ketiga meninggal. Dikelilingi banyak kontroversi kematiannya. Istri Mauroy itu menegaskan Denys bertanggung jawab atas kematian suaminya. Tapi istri Mauroy itu dituduh menyebabkan kematiannya. Meskipun kemudian ditentukan bahwa Mauroy benar-benar meninggal karena keracunan arsenik, eksperimen Denys 'dengan darah binatang memicu kontroversi panas di Perancis. Akhirnya, pada tahun 1670 prosedur dilarang. Dalam waktu, Parlemen Inggris dan bahkan Paus mengikuti. Transfusi darah jatuh ke dalam ketidakjelasan selama 150 tahun berikutnya.
Sumber: http://www.news-medical.net/health/History-of-Blood-Transfusion-%28Indonesian%29.aspx
 | | Crystal meth |
Kecelakan lalu litas mobil xenia B 2479 XI di Jalan MI Ridwan Rais, Gambir Minggu (22/1/12) siang, yang dikemudikan Apriyani Susanti telah mewaskan 9 orang. "Hasil tes urine Afriyani,, terdapat kandungan amfetamin yang biasa di dalam sabu-sabu," jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto, Senin (23/1/2012). Lalu apa itu sabu-sabu?, sedikit berbagi info mengenai sabu-sabu. Adalah Metamfetamina ( metilamfetamina atau desoksiefedrin), disingkat met, dan dikenal di Indonesia sebagai sabu-sabu, adalah obat psikostimulansia dan simpatomimetik. Metamfetamina pertama kali dibuat dari efedrina di Jepang pada 1893 oleh Nagai Nagayoshi. dipasarkan nama dagang Desoxyn, juga . "Crystal meth" adalah bentuk kristal yang dapat dihisap lewat pipa.
 | | Skema molekul Metamfetamina |
Dalam dunia kedokteran, amphetamine dipakai sebagai obat perangsang. Salah satunya ntuk mengatasi depresi ringan. Oleh umum, ekstasi yang berbahan dasar MDMA (Methylenedioxymethamphetamine) dan shabu dipakai untuk memperoleh rasa gembira dan tidak mengenal lelah. Dan untuk mempertahankan kondisi ini, pemakai akan menambah dosis hingga tanpa disadari sudah melampau batas. Bahayanya, nggak ada yang bisa memastikan apa sisa kandungan obat-obatan tersebut selain amphetamine. Begitu pula risiko atau efek samping apa yang bakal menghadang.
Ekstasi dan shabu merangsang sistem saraf pusat (otak) hingga pemakainya tampak tak kehabisan enerji. Jika sedang "on" memang akan terasa enak tapi sesudahnya badan akan terasa letih, depresi berat, lesu, dan yang paling parah ingin mencelakakan diri sendiri dan bunuh diri. Gejala fisik lainnya, pupil akan melebar, tekananan darah meninggi, berkeringat tapi merasa kedinginan, mual atau muntah, dan kesadaran menurun. Sementara ada anggapan shabu bisa mengehntikan kecanduan taerhadap putauw (heroin). Tapi sejauh ini kebenarannya sangat diragukan. Kandungan aktif: 100 persen.
sumber : dari berbagai sumber Setiap kali menjelang hari raya Imlek tiba, wajah singa berwarna-warni yang disebut sebagai barongsai (terkadang juga disebut sebagai liongsai) selalu muncul di mana-mana. Begitu pula di Indonesia. Sejak era reformasi, tarian barongsai menjadi tarian yang umum dilihat di mana-mana. Kesenian Barongsai mulai populer di zaman dinasti Selatan-Utara (Nan Bei) tahun 420-589 Masehi. Kala itu pasukan dari raja Song Wen Di kewalahan menghadapi serangan pasukan gajah raja Fan Yang dari negeri Lin Yi. Seorang panglima perang bernama Zhong Que membuat tiruan boneka singa untuk mengusir pasukan raja Fan itu. Ternyata upaya itu sukses hingga akhirnya tarian barongsai melegenda. Tarian dan gerakan Tarian Singa terdiri dari dua jenis utama yakni Singa Utara yang memiliki surai ikal dan berkaki empat. Penampilan Singa Utara kelihatan lebih natural dan mirip singa ketimbang Singa Selatan yang memiliki sisik serta jumlah kaki yang bervariasi antara dua atau empat. Kepala Singa Selatan dilengkapi dengan tanduk sehingga kadangkala mirip dengan binatang ‘Kilin’. Gerakan antara Singa Utara dan Singa Selatan juga berbeda. Bila Singa Selatan terkenal dengan gerakan kepalanya yang keras dan melonjak-lonjak seiring dengan tabuhan gong dan tambur, gerakan Singa Utara cenderung lebih lincah dan penuh dinamika karena memiliki empat kaki. Satu gerakan utama dari tarian Barongsai adalah gerakan singa memakan amplop berisi uang yang disebut dengan istilah ‘Lay See’. Di atas amplop tersebut biasanya ditempeli dengan sayuran selada air yang melambangkan hadiah bagi sang Singa. Proses memakan ‘Lay See’ ini berlangsung sekitar separuh bagian dari seluruh tarian Singa. Barongsai di Indonesia Kesenian barongsai diperkirakan masuk di Indonesia pada abad-17, ketika terjadi migrasi besar dari Cina Selatan. Barongsai di Indonesia mengalami masa maraknya ketika zaman masih adanya perkumpulan Tiong Hoa Hwe Koan. Setiap perkumpulan Tiong Hoa Hwe Koan di berbagai daerah di Indonesia hampir dipastikan memiliki sebuah perkumpulan barongsai. Perkembangan barongsai kemudian berhenti pada tahun 1965 setelah meletusnya Gerakan 30 S/PKI. Karena situasi politik pada waktu itu, segala macam bentuk kebudayaan Tionghoa di Indonesia dibungkam. Barongsai dimusnahkan dan tidak boleh dimainkan lagi. Perubahan situasi politik yang terjadi di Indonesia setelah tahun 1998 membangkitkan kembali kesenian barongsai dan kebudayaan Tionghoa lainnya. Banyak perkumpulan barongsai kembali bermunculan. Berbeda dengan zaman dahulu, sekarang tak hanya kaum muda Tionghoa yang memainkan barongsai, tetapi banyak pula kaum muda pribumi Indonesia yang ikut serta. Pada zaman pemerintahan Soeharto, barongsai sempat tidak diijinkan untuk dimainkan. Satu-satunya tempat di Indonesia yang bisa menampilkan barongsai secara besar-besaran adalah di kota Semarang, tepatnya di panggung besar kelenteng Sam Poo Kong atau dikenal juga dengan Kelenteng Gedong Batu. Setiap tahun, pada tanggal 29-30 bulan enam menurut penanggalan Tiong Hoa (Imlek), barongsai dari keenam perguruan di Semarang, dipentaskan. Keenam perguruan tersebut adalah: - Sam Poo Tong, dengan seragam putih-jingga-hitam (kaos-sabuk-celana), sebagai tuan rumah
- Hoo Hap Hwee dengan seragam putih-hitam
- Djien Gie Tong (Budi Luhur) dengan seragam kuning-merah-hitam
- Djien Ho Tong (Dharma Hangga Taruna) dengan seragam putih-hijau
- Hauw Gie Hwee dengan seragam hijau-kuning-hijau kemudian digantikan Dharma Asih dengan seragam merah-kuning-merah
- Porsigab (Persatuan Olah Raga Silat Gabungan) dengan seragam biru-kuning-biru
Seperti yang kita ketahui bersama bahwa kesenian atau seni ketrampilan dalam permainan Barongsai membutuhkan keahlian khusus dan tentunya dengan latihan yang rutin dapatg menjadikan para pemain yang terlibat didalamnya menjadi mahir dan terampil. Namun disini terkadang banyak orang yang masih berpendapat bahwa bermain Barongsai bisa menjadikan sang pemain atau para pemain menjadikan kesurupan seperti halnya dalam permainan Kuda Lumping.
Dalam melakukan permainan Barongsai, dibutuhkan kejelian dan ketangkasan yang tentunya di dapat dari hasil latihan yang rutin serta tanggap dalam mengenal medan atau arena tempat bermain, dikarenakan permainan Barongsai harus dapat dilakukan di segala medan, ataupun arena, atau bahkan dilapangan dan juga di tempat yang luasnya amat minimalis. Dalam perkembangan sekarang ini Barongsai sudah banyak jenis permainnya yang dipadukan dengan kesenian atau beladiri Wushu, dan menjadikan gerakan-gerakan yang dilakukan menjadi indah dan serasi dengan musik terdengar dari alat musik Barongsai. Itupun sebenarnya keserasian permainan juga didapat dari hasil latihan yang serius dan disiplin yang tinggi serta penngenalan tentang budaya Tionghoa pada umumnya.  Leopard 2 adalah tank tempur utama (main battle tank, MBT) Jerman yang dikembangkan oleh Krauss-Maffei pada awal 1970-an dan mulai digunakan pada 1979. Leopard 2 menggantikan Leopard 1 sebagai tank tempur utama Angkatan Darat Jerman. Beragam versi telah digunakan oleh Angkatan Darat Jerman dan di 12 negara Eropa lainnya, beberapa dari luar Eropa. Lebih dari 3,480 Leopard 2 telah diproduksi. Leopard 2 pertama kali digunakan Angkatan Darat Jerman pada Perang Kosovo serta pasukan Kanada dan Denmark yang tergabung dalam ISAF di medan tempur Afghanistan. Ada dua pengembangan utama pada tank ini, dari model pertama hingga Leopard 2A4 yang memiliki kubah tembak vertikal berlapis baja dan model yang lebih maju Leopard 2A5 serta versi yang lebih baru lagi, yang memiliki kubah tembak menyudut seperti anak panah dengan appliqué armour serta beberapa pengembangan lainnya. Seluruh model dilengkapi dengan sistem pengontrol penembakan digital dan rangefinder Laser, meriam utama 120 mm dengan kestabilan tinggi, senapan mesin koaksial, serta pe rlengkapan untuk melihat dan membidik dalam kegelapan night vision yang lebih maju (Leopard adalah kendaraan tempur pertama yang menggunakan alat pembidik low-light level TV system atau LLLTV; sementara thermal imaging baru diperkenalkan setelah itu). Tank ini memiliki kemampuan untuk bertempur menghadapi sasaran bergerak walaupun melewati medan yang sangat sulit dan tidak rata. Varian yang aktif antara lain 2A4, 2A5, 2A6, dan 2A7 (paling baru). Banyak Leopard 2 yang diupgrade untuk memperpanjang masa tugasnya dan memperkuat persenjataanya, umumnya ke varian 2A5 dan 2A6. Data dan Spesifikasi Weight : 62.3 tonnes Length : 7.7 m Width : 3.7 m Height : 3.0 m Crew : 4  - Primary armament : 1 x 120 mm Rheinmetall L55 smoothbore gun.42 rounds
- Secondary armament : 1 x 7.62 mm MG3 4,750 rounds
- Engine : MTU MB 873 Ka-501 12-cylinder diesel 1,500 HP (1,103 kW) at 2600 RPM.
- Power/weight : 24.2 hp/tonne
- Range : 550 km (internal fuel)
- Speed :72 km/h
Ada dua batch pengembangan utama dari tangki, model asli sampai dengan Leopard 2A4 yang memiliki perisai menara berwajah vertikal, dan “meningkatkan” batch, Yaitu Leopard 2A5 dan versi yang lebih baru, yang telah miring baja appliqu panah berbentuk menara bersama dengan sejumlah perbaikan lainnya. Semua model memiliki sistem pengendalian kebakaran digital dengan penemu range laser, pistol utama sepenuhnya stabil dan senapan mesin koaksial, dan night vision canggih dan peralatan penampakan (kendaraan pertama kali digunakan sistem tingkat TV cahaya rendah atau LLLTV, thermal imaging diperkenalkan di kemudian hari). Tangki memiliki kemampuan untuk terlibat bergerak sasaran sambil bergerak di atas medan kasar.
Negera Pengguna - Austria - 114 buah, ex Belanda
- Belanda - 445 buah, banyak yang dijual pasca Perang Dingin, 82 aktif dan 26 di penyimpanan, ditambah 1 buah dalam kondisi rusak. Pada 8 April 2011, Menteri Pertahanan Belanda mengumumkan bahwa divisi tank Belanda akan dibubarkan akibat pemotongan anggaran besar-besaran dan semua tank Belanda akan dijual.
- Kanada - 120 buah, 20 diantaranya disewa dari Jerman untuk Perang Afghanistan[2], 15 lagi dibeli dari Jerman untuk suku cadang.
- Chili - 132 buah, ex Jerman.
- Denmark - 51 buah, ex Jerman.
- Finlandia - 124 buah, ex Jerman.
- Indonesia - 100 buah, dalam pesanan.
- Jerman - 2,350 buah, semua varian. Banyak yang dijual ke negara lain pasca Perang Dingin atau disimpan. 408 buah aktif di AD Jerman.
- Norwegia - 52 buah ex Belanda.
- Polandia - 128 buah ex Jerman.
- Portugal - 37 buah ex Belanda.
- Singapura - 96 buah ex Jerman, termasuk 30 lainnya sebagai suku cadang.
- Spanyol - 327 buah (108 ex Jerman, sisanya baru)
- Swedia - 120 buah, ditambah 160 buah ex Jerman (tidak operasional)
- Swiss - 380 buah
- Turki - 339 buah ex Jerman.
- Yunani - 353 buah (183 ex Jerman, sisanya baru)
Sumber : dari berbagai sumber
Si Jakobus (nama samaran), pemuda tanggung, baru saja mencuri uang milik tetangga. Tak berapa lama, ada penyesalan dalam dirinya. Kemudian si Jakobus mengaku dosa kepada Romo di Parokinya tentang pencurian yang telah dia lakukan. Pulang dari Gereja, si Jakobus ditangkap oleh Polisi. Karena saksi masih kurang, Polisi memanggil si Romo tersebut untuk dimintai keterangan tentang pencurian yang dilakukan oleh Jakobus. Bolehkah si Romo bersaksi??? Kalau si Romo menolak untuk bersaksi, salahkah menurut Hukum Pidana Indonesia???
Walaupun saya tidak pernah melihat/menyaksikan orang lain mengakukan dosanya di hadapan Romo, tidak berlebihan apabila kita menyimpulkan bahwa di dalam kamar pengakuan dosa, begitu banyak hal-hal yang tidak terduga yang disampaikan oleh seorang peniten. Mulai dari hal-hal yang lucu, lugu, gemesin sering tertumpah di kamar pengakuan. Tidak jarang juga, ada hal-hal yang menurut kita sangat menghebohkan, mengejutkan dan memuakkan. Kalau kita lihat di pilem2 hollywood, adegan mengaku dosa termasuk adegan yang lumayan menegangkan. Sering kita menyaksikan, seorang penjahat mengakukan dosa dan perbuatannya di hadapan Romo di dalam kamar pengakuan. Secara naluri, kita tahu bahwa seorang Romo tidak akan pernah mau menceritakan hal-hal yang kita ceritakan kepada orang lain. Dan ternyata, Hukum Kanonik kita pun mengatur demikian. Undang-Undang di Indonesia mengakui dan menghormati sifat kerahasiaan dalam Sakramen Pengakuan Dosa. Dan karenanya, siapapun dapat mengakukan dosanya kepada Imam, termasuk dosa2 yang melanggar hukum negara tanpa perlu takut dosa2nya itu akan dibocorkan oleh sang imam yang terikat seal sumpah kepada Tahta Suci dengan hukuman terberat: Ekskomunikasi yang mengeluarkan imam tersebut dari dalam kesatuan Tubuh Gereja katolik (Ingat Dogma kebal-salah EENS, Extra Ecclesiam Nulla Salus = Di Luar Gereja Tidak Ada Keselamatan). Christ on the Cross Rood
Dari Kitab Hukum Kanonik:# 1388 - Bapa pengakuan, yang secara langsung melanggar rahasia sakramental, terkena Ekskomunikasi Latae Sententiae yang direservasi bagi Takhta Apostolik; sedangkan yang melanggarnya hanya secara tidak langsung, hendaknya dihukum menurut beratnya tindak pidana.
Kitab Hukum Kanonik # 983 - Rahasia sakramental tidak dapat diganggu gugat; karena itu sama sekali tidak dibenarkan bahwa bapa pengakuan dengan kata-kata atau dengan suatu cara lain serta atas dasar apapun mengkhianati peniten sekecil apapun.
- Terikat kewajiban menyimpan rahasia itu juga penerjemah, jika ada, serta semua orang lain yang dengan cara apapun memperoleh pengetahuan mengenai dosa-dosa dari pengakuan.
Namun apa yang terjadi bila suatu ketika, si penjahat tersebut tertangkap, namun saksi atas kejahatan tersebut tidak cukup, sehingga kurang bukti untuk membuktikan kesalahan dari si penjahat. Apakah Romo (Bapa Pengakuan) tersebut boleh menceritakan hal-hal yang telah diberikan oleh si penjahat saat kamar pengakuan dosa kepada Polisi atau Jaksa atau Hakim? Apakah Romo (Bapa Pengakuan) menurut undang-undang memiliki kewajiban untuk memberi kesaksian tentang hal tersebut? Dengan segala keterbatasan, dan mencoba untuk mengkaji bentuk perlindungan dari sakramen tobat dengan menelusuri beberapa peraturan perundang-undangan di Indonesia. Tahukah anda bahwa Hukum Indonesia melindungi, mengakui dan menghormati salah satu sakramen dalam Gereja Katolik Roma? Pengakuan dan penghormatan terhadap salah satu sakramen tersebut termanifestasi dalam bentuk peraturan perundang-undangan. Sebelum Hakim memutuskan seorang (atau lebih) terdakwa bersalah atau tidak, dan selanjutnya menghukum atau membebaskan terdakwa tersebut, harus ada proses persidangan yang harus dilewati, yang mana di dalam proses persidangan tersebut, Hakim akan mendengarkan keterangan dari para saksi, ahli maupun terdakwa sendiri serta menilai alat-alat bukti lain. Dari keterangan saksi-saksi dan alat bukti ini lah, Hakim mendapatkan keyakinan tentang bersalah atau tidaknya seorang terdakwa. Namun, tidak semua orang bisa didengar keterangannya sebagai saksi. Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), yang adalah peraturan yang mengatur proses beracara dalam peradilan pidana di Indonesia mengatur pengecualian tersebut.
Pasal 168 KUHAP: Kecuali ditentukan lain dalam undang-undang ini, maka tidak dapat didengar keterangannya dan dapat mengundurkan diri sebagai saksi: - Keluarga sedarah atau semenda dalam garis lurus ke atas atau ke bawah sarnpai derajat ketiga dari terdakwa atau yang bersama-sama sebagai terdakwa.
- Saudara dan terdakwa atau yang bersama-sama sebagal terdakwa, saudara ibu atau saudara bapak, juga mereka yang mempunyai hubungan karena perkawinan dari anak-anak saudara terdakwa sampal derajat ketiga
- Suami atau isteri terdakwa meskipun sudah bercerai atau yang bersama-sama sebagai terdakwa.
Jadi, orang-orang yang disebutkan di atas, menurut KUHAP tidak dapat didengar kesaksiannya di depan persidangan. Namun KUHAP juga mengatur pengecualian lain, selain yang sudah disebutkan di pasal 168 KUHAP tersebut.
Pasal 170 KUHAP: - Mereka yang karena pekerjaan, harkat martabat atau jabatannya diwajibkan menyimpan rahasia, dapat minta dibebaskan dari kewajiban untuk memberi keterangan sebagai saksi, yaitu tentang hal yang dipercayakan kepada mereka.
- Hakim menentukan sah atau tidaknya segala alasan untuk permintaan tersebut.
Siapakah yang dimaksud dengan orang-orang yang disebutkan di dalam Pasal 170 KUHAP tersebut? Dalam beberapa tulisan Ahli Hukum, disebutkan bahwa yagn dimaksud dengan ’orang yang karena pekerjaan atau jabatannya’ antara lain adalah mereka-mereka yang berprofesi sebagai dokter, notaris, pengacara dan beberapa pejabat lainnya yang oleh undang-undang maupun oleh kode etik nya mengharuskan untuk menjaga kerahasiaan. Sedangkan yang dimaksud dengan ’karena harkat martabatnya dapat minta dibebaskan dari kewajiban untuk memberi keterangan sebagai saksi’ adalah seorang Imam dari Gereja Katolik Roma. Hanya Imam saja yang dimaksudkan dalam prase ‘harkat martabat’, tersebut, sedangkan pemuka agama atau rohaniawan lain atau apapun istilahnya di agama lain itu, tidak termasuk dalam prase pasal tersebut.
Dalam ketentuan perundang-undang yang terkini dan msih berlaku, hal tersebut diatur secara jelas pada UU No. 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Koprupsi. Pasal 36 - Kewajiban memberikan kesaksian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35 berlaku juga terhadap mereka yang menurut pekerjaan, harkat dan martabat atau jabatannya diwajibkan menyimpan rahasia, kecuali petugas agama yang menurut keyakinannya harus menyimpan rahasia.
Pada penjelasan pasal tersebut disebutkan bahwa: Yang dimaksud dengan “petugas agama” dalam Pasal ini adalah hanya petugas agama Katholik yang dimintakan bantuan kejiwaan, yang dipercayakan untuk menyimpan rahasia.
Jadi, andaikan orang yang baru saja mencuri, kemudian mengaku kepada seorang ustadz, dan ustadz tersebut bersumpah tidak akan memberitahukannya kepada siapapun, lalu si ustadz tersebut dipanggil untuk bersaksi atas kasus pencuria si Memed, maka si ustadz tersebut tidak bisa berlindung untuk tidak bersaksi dengan menggunakan Pasal 170 KUHAP tersebut. Demikian juga halnya dengan pendeta -entah itu dari gereja mana-, mau tidak mau, suka tidak suka, berjanji atau tidak berjanji untuk tidak membocorkan rahasia tersebut, wajib hukumnya untuk memberi kesaksian di depan persidangan tentang hal-hal yang telah diceritakan oleh si pelaku kejahatan tersebut. Bagaimana dengan gereja ortodox??? tidak diketahui, apakah mereka mempunyai Sakramen Tobat. Andaipun ada, maka ketentuan ini tidak berlaku untuk mereka. Ketentuan ini hanya untuk Gereja Katolik Roma. Sebab di Indonesia, yang disebut dengan Katolik hanya Katolik Roma, sedangkan ortodox bukanlah katolik. Gereja ortodox, oleh Departeman Agama dimasukkan dalam kelompok gereja protestan.
Ketentuan tentang tidak bolehnya seorang bapa pengakuan untuk bersaksi dipersidangan ternyata sudah diatur sebelumnya oleh ketentuan yang lebih lama/tua yang merupakan peninggalan kompeni Belanda, yaitu Pasal 146 HIR (Hetherziene Indonesisch Reglement): Orang yang boleh minta undur diri daripada memberi penyaksian, yaitu: - Saudara laki-laki dan saudara perempuan, dan ipar laki-laki dan perempuan dari salah satu pihak.
- Keluarga sedarah menurut keturunan yang lurus dan saudara lakilaki dan perempuan dari laki atau istri salah satu pihak.
- Sekalian orang yang karena martabat, pekerjaan atau jabatannya yang sah, diwajibkan menyimpan rahasia, akan tetapi semata-mata hanya tentang hal yang diberitahukan kepadanya karena martabat, pekerjaan atau jabatannya itu saja.
- Pengadilan negerilah yang akan menimbang benar atau tidaknya keterangan orang, bahwa ia diwajibkan akan menyimpan rahasia itu.
Catatan: - HIR atau Hetherziene Indonesisch Reglement adalah ketentuan perundang-undangan tentang Hukum Acara yang berlaku di Indonesia. HIR ini adalah produk kompeni Belanda, yang bernah berlaku di Indonesia hingga tahun 1981, yang kemudian dinyatakan tidak berlaku lagi, dan diganti dengan KUHAP hingga sekarang.
HIR itu pun sempat diperbaharui dan diganti namanya dengan RIB (Reglement Indonesia Baru), namun ketentuan tentang hak mengundurkan diri sebagai saksi bagi Bapa Pengakuan tetap diatur.
Pasal 277 RIB: - Orang yang karena martabatnya, pekerjaan atau jabatannya yang sah, diwajibkan menyimpan rahasia, boleh minta dibebaskan daripada memberi penyaksian; akan tetapi hanya tentang hal itu saja, yang diberitahukan kepadanya karena martabatnya, pekerjaan atau jabatannya itu.
- Pengadilan negerilah yang akan menimbang sah tidaknya segala sebab untuk minta kebebasan itu, atau jika orang yang dipanggil untuk memberi penyaksian itu orang Eropa, maka ketua pengadilan negeri yang akan menimbang hal itu.
Walaupun Hakim tetap penjadi penentu sah atau tidaknya seorang Romo untuk menggunakan hak mengundurkan diri sebagai saksi tersebut, namun dalam praktek, sependek yang penulis ketahui, di Indonesia, belum pernah ada seorang Romo Gereja Katolik Roma yang dihadapkan dipersidangan dan memberikan kesaksian tentang hal-hal yang dia dapat di dalam kamar pengakuan dosa.
Namun perlu diingat, ketentuan-ketentuan di atas hanya berlaku menyangkut keterangan yang didapat di kamar pengakuan dosa saja. Kalau Romo tersebut melihat sendiri kejadian, atau menjadi korban kejahatan, atau mungkin Romo tersebut mendapatkan keterangan tentang kejahatan dari pelaku bukan di kamar pengakuan, maka Romo tersebut wajib hukumnya –menurut hukum acara pidana- untuk bersaksi di depan persidangan. Dan sepertinya dalam Hukum Kanonik Gereja Katolik juga tidak mengatur kewajiban untuk tetap menjaga kerahasiaan tersebut.
Negara kita yang sekuler namun mayoritas adalah muslim ini saja menghormati sakramen Gereja Katolik, sepantasnya pula kita lebih menghormati sakramen tersebut.
Sumber :
Belum bisa lepas dari ingatan kita pada saat tenggelamnya kapal Titanic pada tanggal 14 April 1912 satu abad silam. Kini pada abad 21 sebuah kapal mewah dan besar tenggelam terulang kembali,Costa Concordia di lepas pantai Italia pada hari Sabtu (13/01/2012, www..tempo.co ) sekitar pukul sembilan malam waktu setempat.. Saat ini baru dilaporkan Tiga orang tewas serta 4.200 orang penumpang dievakuasi Kemudian terdapat pula 70 penumpang lainnya hilang.
Costa Concordia diluncurkan pada tahun 2006, pembuatannya menelan biaya US$ 570 juta atau Rp 5,2 triliun. Kapal ini menjadi salah satu yang paling inovatif di Eropa. Rancangan dibuat menyerupai sebuah resor bergaya Mediterania. Kapal ini dilengkapi dengan restoran mewah, bar, jacuzzi, ruang teater, perpustakaan, pusat perbelanjaan, simulator balap F1 dan kasino layaknya di Las Vegas. Kapal pesiar dengan tarif termurah untuk kelas ekonomi, per-orangnya adalah US$ 508 atau sekitar Rp 4,7 juta. Kelas menengah tarifnya adalah US$ 679 atau sekitar Rp 6,3 juta. Sedangkan bagi penumpang yang ingin bermalam di kamar tipe balkon, tarifnya adalah US$ 894 atau Rp 8,3 juta. Tarif termahal adalah kelas eksekutif yang dilengkapi dengan suite room yaitu US$ 1254 atau Rp 11,5 juta. Berikut beberapa gambar tenggelamnya kapal pesiar Costa Concordia
Nama yang akan diberikan kepada seorang anak mempunyai arti khusus. Sepanjang masa orang berusaha memilih nama yang tepat bagi anaknya. Di dalam nama itu orang melihat sesuatu yang penuh arti bagi anaknya. Orang hendak menyatakan relasi tertentu, pikiran tertentu, ataupun perasaan tertentu. Sekali diberi, nama itu akan menggantikan orangnya; nama adalah cara untuk berkontak dengan orangnya; dengan nama itu orang dapat memanggilnya, memerintahkannya atau meminta sesuatu daripadanya. Kalau orang simpatik, maka namanya pun akan sangat disayangi. Bagi seseorang yang dilanda cinta, nama kekasihnya mempunyai daya tarik yang luar biasa, sekalipun bunyinya sangat biasa bagi orang lain. Nama adalah pengganti orang; di dalam nama terletak kekhususan orangnya. Apa yang dibuat orang terhadap nama, yang baik atau pun yang buruk, selalu menyangkut orang yang bernama demikian. Makin jelaslah bagi kita, bahwa Tuhan menentukan suatu nama bagi Sang Penebus, nama yang menegaskan perutusan-Nya. Nama Yesus Nama Yesus adalah nama Yahudi. Yesus tidak merasa hina untuk menjadi manusia; Ia bersedia menanggung segala akibatnya. Ia termasuk suku bangsa Yahudi dan nama yang Ia terima menunjukan-Nya sebagai warga Yahudi.
Marialah orang pertama yang mendengar nama itu. Malaikat berkata kepadanya: Engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. (Luk 1:31). Di dalam ramalan nabi Yesaya tercantum: Seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan ia akan menamakan Dia Immanuel (Allah beserta kita). (Yes 7:14). Dari kedua peristiwa itu dapat ditarik kesimpulan bahwapertama-tamaSang Bunda Maria yang harus memberi nama kepada Anaknya. Ini merupakan sesuatu yang tidak biasa. Pada umumnya terutama dalam tradisi Yahudi, ayahlah yang bertugas memberi nama itu. Tetapi dalam terang peristiwa kelahiran itu, dapat kita lihat hubungan khusus antara ibu dan anak disebabkan perkandungan yang tetap perawan. Nama Immanuel menunjukkan sifat anak itu sendiri; sebagai Allah dan manusia Ia benar-benar dapat dinamakan Allah beserta kita.
Nama itu kemudian diwahyukan juga kepada Yosef. Ia adalah ayah-Nya menurut undang-undang. Malaikat berkata kepada Yosef: “Janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab Anak yang didalam kandungannya adalah dari Roh Kudus. Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka.” (Mat 1:20-21)
Dari pemberitaan ini nyatalah bahwa anak ini adalah penebus yang dijanjikan dan bahwa tugasnya terletak di bidang agama dan kesusilaan. Yang diharapkan bukanlah pembebasan politik, bukan pula kebesaran nasional yang sifatnya sementara, tetapi perdamaian dengan Allah melalui kemurnian hati.
Penghormatan terhadap nama Yesus sudah seusia kristianitas. Sang Penebus sendiri mengajar kita agar berdoa dalam nama-Nya; para rasul mengusir setan dan membuat mujizat atas nama Yesus; mereka dihina dan dihambat demi nama Yesus. Santo Paulus menghendaki agar seluruh semesta bersatu dalam penghormatan terhadap nama itu; agar dalam nama Yesus bertekuk lutut segala makhluk yang di surga dan yang di bumi dan yang di bawah bumi. (Fil 2:10)
Nama seseorang mempunyai arti yang khusus bagi orang yang mencintainya. Nama Yesus harus membangkitkan di dalam kita cintakasih Yesus, belaskasihan Yesus, dan kelemahlembutan Yesus yang tidak terhingga. Apabila di sekitar kita terasa gelap dan gersang, maka pikiran kepada nama Yesus dapat membangkitkan kita, menguatkan kita dan menyemangatkan kita. Kepercayaan kita kepada-Nya akan memberikan dorongan baru untuk berjalan melewati kegelapan kehidupan ini menuju Dia, Yang menantikan kita di sebelah sana. Nama Kristus
Sang Penebus juga dinamakan Kristus. Ini adalah nama yang menunjukkan fungsi dan martabatNya. Di dalam bahasa Yunani, Ia bergelar Kristus dan di dalam bahasa Yahudi Mesias. Yohanes memberikan kepada-Nya nama Mesias. (Yoh 1:19-34). Nama Mesias dikenakan kepada Penebus yang terjanji. Istilah “yang diurapi bagi Allah” dikenakan pada tempat yang pertama sekali kepada raja yang sedang memerintah. Memang, raja biasanya diurapi. Pengurapan adalah suatu ritus di mana seseorang atau sesuatu dipersembahkan kepada Allah. Dengan memberi nama “yang diurapi bagi Allah” kepada Sang Penebus, nyatalah martabat kerajaan-Nya dalam artikat teokratis-sakral.
Sumber : - http://indonesian-papist.blogspot.com
- Disadur dari “Aku Percaya” hal. 46 karya Pater Herman Embruiru, SVD
Perayaan kelahiran yesus telah usai dan hari ini adalah penampakan Tuhan dalam wujud bintang dari timur. Nah, sebenarnay siapa orang majus itu? Dalam tradisi Kristen, Orang majus (dari bahasa Latin: magus) atau Orang Bijak juga Raja-raja dari Timur sering dianggap sebagai orang dari kerajaan Media, mungkin pendeta Zoroastrian, atau mungkin juga magi (bentuk plural dari magus) yang mengenal astrologi dari Persia kuno. Injil Matius menyatakan bahwa mereka datang dari timur ke Yerusalem untuk menyembah Kristus. Menurut Matius mereka berjalan dengan mengikuti sebuah bintang yang datang dan dikenal sebagai Bintang Natal. Saat mereka mendekati Yerusalem, Herodes mencoba menjebak mereka untuk memberitahu keberadaan Yesus, supaya Yesus dapat dibunuhnya. Saat mereka menemukan Yesus, para orang bijak ini memberikan hadiah-hadiah, di antaranya adalah emas, kemenyan, dan mur. Raja-raja dari timur ini kemudian diperingatkan dalam mimpi oleh malaikat atas rencana jahat Herodes terhadap bayi Yesus dan akhirnya mereka memutuskan untuk pulang melalui jalur yang berbeda. Hal ini menyebabkan Herodes bertindak untuk membunuh semua anak kecil di Betlehem sebagai usaha untuk menggagalkan nubuatan mengenai raja yang baru lahir dan menghilangkan saingan yang dianggapnya akan merebut tahtanya. Namun pada saat pembantaian tersebut, orang tua Yesus telah diperingatkan oleh malaikat untuk mengungsi ke Mesir hingga Herodes mati.
Datangnya orang Majus Tidak seperti yang sering digambarkan bahwa orang-orang Majus tersebut mengunjungi bayi Yesus di kandang tempat Yesus dilahirkan, bersama-sama dengan para gembala, mereka mengunjungi Yesus tidak bersamaan dengan para gembala, melainkan setelah Yesus berumur lebih dari 40 hari. Rupanya mereka melihat bintang yang menandai kelahiran Yesus di tanah air mereka, kemungkinan di Persia. Mengingat jarak Persia ke Yudea bermil-mil, maka dibutuhkan waktu beberapa minggu untuk tiba di Yerusalem.
Di Injil Matius, satu-satunya Injil yang memuat kisah ini, tidak disebutkan jumlah orang Majus yang menyembah bayi Yesus. Selain itu juga tidak disebutkan jenis kelamin maupun nama-nama mereka. Alkitab juga tidak menyebut lebih lanjut tentang orang Majus ini.
Dalam tradisi yang kemudian diilustrasikan dalam berbagai cerita, film, dan ilustrasi, jumlah orang Majus yang menyembah Yesus digambarkan tiga orang, hal ini berdasarkan jumlah hadiah (emas, mur, dan kemenyan) yang diberikan kepada orang tua Yesus.
Ada tradisi yang mengatakan bahwa jumlah orang Majus yang mula-mula berangkat ada empat orang, namun salah satu orang Majus tersebut tidak sampai ke kandang domba tempat Yesus dilahirkan dan baru bertemu Yesus di kemudian hari. Mereka dipercayai berasal dari Persia dan diduga merupakan penganut kepercayaan Zoroaster.
Tradisi Suriah menyebut nama-nama mereka adalah Larvandad, Hormisdas, dan Gusnasaf, sementara tradisi Armenia hanya menyebutkan dua nama, yaitu Kagba dan Badadilma. Dalam tradisi Eropa, mereka sering disebut para "Tiga Raja", yang bernama Baltasar, Melkior dan Kaspar. Lalu mereka digambarkan sebagai orang Asia, Afrika dan Eropa. Origenes, seorang bapa gereja yang meninggal pada sekitar tahun 254 M. adalah orang pertama yang menggunakan nama-nama ini. Pada abad ke-6 kisah tentang Tiga Orang Majus ini muncul sebagai cerita yang populer.
Persembahan yang dibawa untuk bayi Yesus mempunyai lambang sendiri-sendiri: Emas melambangkan bayi Yesus yang akan menjadi raja agung Kemenyan melambangkan bayi Yesus yang akan menjadi imam agung Mur melambangkan bayi Yesus yang kelak akan mati untuk menebus dosa manusia
Sunber : dari berbagai sumber 1. Mengubah Format Penulisan Tanggal Secara default, Excel 2007 menggunakan standar penulisan tanggal, waktu, mata uang, dan sebagainya sesuai dengan region Amerika (US). Bagi yang tidak terbiasa, tentunya hal ini akan sangat menyulitkan menentukan mana bagian yang menunjukkan bulan atau tanggal jika harus membaca teks yang bertuliskan “08/11/2008”. Nah, untuk mengubahnya menjadi format Indonesia, praktekkan saja langkah-langkah pada trik berikut ini: - Blok semua sel yang berisi data tanggal.
- Pada tab Home, klik ikon di pojok kanan bawah bagian Number.
- Pilih Date di bagian Category. Lantas pilihlah opsi Indonesian pada kotak kombo Locale (location), danklik bentuk penulisan yang diinginkan di bagian
- Klik tombol OK sesudahnya.

Penulisan tanggal pada sel atau kolom yang Anda seleksi akan secara otomatis disesuaikan dengan format regional Indonesia. Tentunya sekarang Anda sudah dapat membaca dengan benar bagian mana yang menunjukkan bulan dan tanggal seperti penulisan regional Indonesia 2. Menghitung Usia Seseorang secara Tepat dengan Fungsi DATEDIFIngin menghitung dan mengetahui usia seseorang secara tepat. Kali ini kami akan menggunakan fungsi DATEDIF. Langkah-langkahnya dapat Anda lakukan di bawah ini: - Seleksilah semua sel untuk meletakkan data hasil kalkulasi formula.
- Kemudian, ketikkan formulanya seperti berikut :“=DATEDIF(B2,TODAY(),"Y") & " tahun, "&DATEDIF(B2,TODAY(),"YM") & " bulan, " &DATEDIF(B2,TODAY(),"MD") & " hari." dalam Formula bar.
 - Akhiri dengan menekan tombol Ctrl+Enter.
- Hasilnya akan tampak Tampilan kolom tabel yang berisi hasil perhitungan usia seseorang secara tepat dan anda dapat dengan cepat dan tepat mengetahui usia seseorang.
3. Menghitung Umur dalam Format Hari Biasanya umur seseorang dihitung dengan satuan tahun, misalnya 29 tahun, 20 tahun, dan seterusnya. Nah, jika Anda ingin menghitung umur seseorang menggunakan satuan hari, dapat dilakukan dengan langkah berikut ini: - Buatlah sebuah tabel yuang berisi tanggal kelahiran. Lengkapi pula tabel tersebut dengan keterangan tanggalsaat penghitungan dilakukan.
- Kemudian seleksilah kolom-kolom yang akan menampilkan hasil penghitungan.
 - Selanjutnya masukkanlah fungsi di bawah ini pada kotak teks Insert Function :=$C$1-C4
- Jika sudah tekanlah tombol Ctrl+Enter untuk menampilkan hasil penghitungan umur dengan satuan hari tersebut.

4. Menampilkan Data Relasi yang Berulang Tahun Menggunakan Conditional Formatting Banyak teman atau relasi dan ingin mengirimkan ucapan selamat ulang tahun bagi mereka yang kebetulan merayakannya pada bulan yang sedang berjalan? Gampang, buat terlebih dahulu tabel yang berisi data nama dan tanggal ulang tahun mereka, lalu lakukan trik berikut ini: - Pada tab Home, klik ikon Conditional Formating dan pilih New Rule.
- Lantas pilih opsi Use a formula to determine which cells to format.
- Di bagian Format values where this formula is true, ketikkan : =(MONTH(TODAY())=MONTH($C2))”
- Lanjutkan dengan menekan tombol Format dan pilih warna highlight yang Anda inginkan dalam tab Fill.
- Tekan tombol OK pada masing-masing kotak dialog Format Cells dan New Formatting Rule.
Secara otomatis, Excel 2007 langsung meng-highlight baris tabel yang berisi data nama rekan atau relasi Anda yang akan merayakan ulang tahun pada bulan yang bersangkutan. Petir atau halilintar adalah gejala alam yang biasanya muncul pada musim hujan di mana di langit muncul kilatan cahaya sesaat yang menyilaukan biasanya disebut kilat yang beberapa saat kemudian disusul dengan suara menggelegar sering disebut Guruh. Perbedaan waktu kemunculan ini disebabkan adanya perbedaan antara kecepatan suara dan kecepatan cahaya.  Petir merupakan gejala alam yang bisa kita analogikan dengan sebuah kapasitor raksasa, dimana lempeng pertama adalah awan (bisa lempeng negatif atau lempeng positif) dan lempeng kedua adalah bumi (dianggap netral). Seperti yang sudah dike tahui kapasitor adalah sebuah komponen pasif pada rangkaian listrik yang bisa menyimpan energi sesaat (energy storage). Petir juga dapat terjadi dari awan ke awan (intercloud), dimana salah satu awan bermuatan negatif dan awan lainnya bermuatan positif.Petir terjadi karena ada perbedaan potensial antara awan dan bumi atau dengan awan lainnya.
Proses terjadinya muatan pada awan karena dia bergerak terus menerus secara teratur, dan selama pergerakannya dia akan berinteraksi dengan awan lainnya sehingga muatan negatif akan berkumpul pada salah satu sisi (atas atau bawah), sedangkan muatan positif berkumpul pada sisi sebaliknya. Jika perbedaan potensial antara awan dan bumi cukup besar, maka akan terjadi pembuangan muatan negatif (elektron) dari awan ke bumi atau sebaliknya untuk mencapai kesetimbangan.
Pada proses pembuangan muatan ini, media yang dilalui elektron adalah udara. Pada saat elektron mampu menembus ambang batas isolasi udara inilah terjadi ledakan suara. Petir lebih sering terjadi pada musim hujan, karena pada keadaan tersebut udara mengandung kadar air yang lebih tinggi sehingga daya isolasinya turun dan arus lebih mudah mengalir. Karena ada awan bermuatan negatif dan awan bermuatan positif, maka petir juga bisa terjadi antar awan yang berbeda muatan.
Awal penyelidikan Pada awal penyelidikan listrik melalui tabung Leyden dan peralatan lainnya, sejumlah orang (Dr. Wall, Gray, Abbé Nollet) mengusulkan spark skala kecil memiliki beberapa kemiripan dengan petir. Benjamin Franklin, yang juga menemukan penangkal petir, berusaha mengetes teori ini dengan menggunakan sebuah tiang yang didirikan di Philadelphia. Selagi dia menunggu penyelesaian tiang tesebut, beberapa orang lainnya (Dalibard dan De Lors) melakukan di Marly di Perancis apa yang kemudian dikenal sebagai eksperimen Philadelphia yang Franklin usulkan di bukunya. Franklin biasanya mendapatkan kredit untuk menjadi yang pertama mengusulkan eksperimen ini, karena dia tertarik dalam cuaca.
Riset modern Meskipun eksperimen dari masa Franklin menunjukkan bahwa petir adalah sebuah discharge dari listrik statik, hanya ada sedikit peningkatan dalam teori ini selama lebih dari 150 tahun. Pendorong untuk riset baru berasal dari bidang teknik tenaga: jalur transmisi tenaga digunakan dan teknisi ingin mengetahui lebih banyak tentang petir. Meskipun sebabnya diperdebatkan (dan masih berlanjut sampai sekarang), riset menghasilkan banyak informasi baru tentang fenomena petir, terutama jumlah arus dan energi yang terdapat. Penangkal petir Manusia selalu mencoba untuk menjinakkan keganasan alam, salah satunya adalah bahaya sambaran petir. Ada beberapa metode untuk melindungi diri dan lingkungan dari sambaran petir. Metode yang paling sederhana tapi sangat efektif adalah metode Sangkar Faraday. Yaitu dengan melindungi area yang hendak diamankan dengan melingkupinya memakai konduktor yang dihubungkan dengan pembumian. Penangkal petir adalah rangkaian jalur yang difungsikan sebagai jalan bagi petir menuju ke permukaan bumi, tanpa merusak benda-benda yang dilewatinya. Ada 3 bagian utama pada penangkal petir: Batang penangkal petir berupa batang tembaga yang ujungnya runcing. Dibuat runcing karena muatan listrik mempunyai sifat mudah berkumpul dan lepas pada ujung logam yang runcing. Dengan demikian dapat memperlancar proses tarik menarik dengan muatan listrik yang ada di awan. Batang runcing ini dipasang pada bagian puncak suatu bangunan. Kabel konduktor terbuat dari jalinan kawat tembaga. Diameter jalinan kabel konduktor sekitar 1 cm hingga 2 cm . Kabel konduktor berfungsi meneruskan aliran muatan listrik dari batang muatan listrik ke tanah. Kabel konduktor tersebut dipasang pada dinding di bagian luar bangunan. Tempat pembumian (grounding) berfungsi mengalirkan muatan listrik dari kabel konduktor ke batang pembumian (ground rod) yang tertanam di tanah. Batang pembumian terbuat dari bahan tembaga berlapis baja, dengan diameter 1,5 cm dan panjang sekitar 1,8 - 3 m . Cara kerja Saat muatan listrik negatif di bagian bawah awan sudah tercukupi, maka muatan listrik positif di tanah akan segera tertarik. Muatan listrik kemudian segera merambat naik melalui kabel konduktor , menuju ke ujung batang penangkal petir. Ketika muatan listrik negatif berada cukup dekat di atas atap, daya tarik menarik antara kedua muatan semakin kuat, muatan positif di ujung-ujung penangkal petir tertarik ke arah muatan negatif.
Pertemuan kedua muatan menghasilkan aliran listrik. Aliran listrik itu akan mengalir ke dalam tanah, melalui kabel konduktor, dengan demikian sambaran petir tidak mengenai bangunan. Tetapi sambaran petir dapat merambat ke dalam bangunan melalui kawat jaringan listrik dan bahayanya dapat merusak alat-alat elektronik di bangunan yang terhubung ke jaringan listrik itu, selain itu juga dapat menyebabkan kebakaran atau ledakan. Untuk mencegah kerusakan akibat jaringan listrik tersambar petir, biasanya di dalam bangunan dipasangi alat yang disebut penstabil arus listrik (surge arrestor).  Kisah lagu “Malam Kudus” berawal dari sebuah kota yang indah bernama Salzburg di Austria. Di tengah semarak dan megahnya kota yang dipimpin oleh Prince Archbishop, tinggallah seorang penenun sederhana bernama Anna. Anna, sebatang kara di dunia ini, hidup sangat sederhana, hampir tak ada harapan untuk meningkatkan taraf hidupnya atau bahkan untuk menikah. Suatu ketika, ia jatuh cinta kepada seorang prajurit yang ditempatkan di Salzburg. Dari prajurit itu ia mengandung seorang bayi yang dilahirkannya pada tanggal 11 Desember 1792. Malangnya, sang prajurit tak hendak bertanggung-jawab atas puteranya dan meninggalkan Anna serta sang bayi untuk memperjuangkan hidup mereka sendiri. Walau demikian, Anna menambahkan nama keluarga sang prajurit kepada nama bayinya, yang ia namakan Joseph Mohr. Menjadi seorang ibu tanpa pernah menikah, dengan seorang anak haram, Anna harus menghadapi cemoohan dan penolakan masyarakat. Pada akhirnya, ia minta kepada algojo kota untuk menjadi wali baptis bagi bayinya Joseph. Anna memberikan yang terbaik yang mampu ia berikan bagi Joseph. Ia sadar bahwa pendidikan yang baik akan memberikan harapan akan masa depan yang lebih baik bagi puteranya. Imam paroki setempat mengetahui kecemerlangan Joseph dan juga bakatnya menyanyi. Ia mengatur agar Joseph dapat bersekolah di sekolah biara yang terkenal di Kremsmunster. Di sana, Joseph muda menonjol dalam pelajaran-pelajarannya. Di kemudian hari ia merasakan panggilan untuk menjadi seorang imam dan masuk seminari pada usia 16 tahun. Akhirnya, ketika siap untuk ditahbiskan pada usia 22 tahun, Joseph membutuhkan dispensasi khusus sebab ia tak mempunyai seorang ayah. Joseph Mohr ditugaskan sebagai pastor pembantu di Gereja St. Nikolaus di Oberndorf, sekitar 10 mil baratlaut kota Salzburg, di tepi Sungai Salzach. (Gereja St. Nikolaus dihancurkan banjir pada tahun 1899, tetapi sebuah kapel peringatan berdiri di sana hingga sekarang.) Paroki di mana ia ditempatkan sangat sederhana, imam parokinya keras dan hemat, begitulah halusnya. Di sini, Pastor Mohr bersahabat dengan Franz Gruber. Gruber adalah putera seorang penenun yang kurang menghargai musik. Franz diharapkan untuk melanjutkan usaha dagang ayahnya. Meskipun ditentang sang ayah, Franz mulai belajar bermain gitar dan organ. Pastor paroki bahkan mengijinkan Franz untuk berlatih di gereja. Bakatnya pun segera dikenali, dan ia dikirim untuk belajar musik secara resmi. Pada akhirnya ia menetap di kota Oberndorf dengan bekerja sebagai seorang guru musik dan membina hidup berkeluarga dengan duabelas anak. Mohr dan Gruber saling berbagi dalam kecintaan mereka akan musik, mereka berdua bermain gitar. Pada tanggal 23 Desember 1818, saat Natal hampir tiba, Mohr mengunjungi seorang ibu dengan bayinya yang baru lahir. Dalam perjalanan pulang ke Pastoran, ia berhenti di tepi sungai dan merenungkan peristiwa Natal yang pertama. Ia menulis sebuah puisi yang menggambarkan intisari peristiwa iman yang agung itu dan memberinya judul Stille Nacht, beilige Nacht; Malam Sunyi, Malam Kudus. Dalam komposisinya, ia berhasil menangkap misteri inkarnasi dan kelahiran Kristus yang tak dapat dilukiskan dengan kata-kata: Bayi Yesus yang Kudus, yang adalah Kristus Sang Juruselamat, Putra Allah, dan Terang Sejati Allah, dilahirkan oleh Santa Perawan Maria dan memenuhi dunia dengan rahmat penebusan dari surga. Sekembalinya ke paroki, ia dikecewakan dengan berita bahwa organ gereja rusak. Tikus-tikus yang rakus telah menggerogotinya melalui pengembus, melumpuhkan sistem embusan yang dibutuhkan pipa-pipa untuk menghasilkan musik. Karena Natal sudah di ambang pintu dan tanpa dana yang cukup untuk memperbaiki organ, umat khawatir Misa Natal tengah malam tidak akan meriah. Pastor Mohr bergegas menuju rumah sahabatnya, Franz Gruber, dan menceritakan kesedihannya. Ia menyerahkan puisinya kepada Gruber dan memintanya untuk menuliskan melodi atas puisi tersebut agar dapat dimainkan dengan gitar. Franz Gruber menyelesaikan tugas pada waktunya. Dalam Misa Natal tengah malam pada tahun 1818, dunia mendengarkan untuk pertama kalinya lagu yang sederhana namun agung, yang kita kenal sebagai lagu Malam Kudus. Lagu Malam Kudus mendapat sambutan yang sangat baik dan dengan cepat menyebar ke seluruh Austria, seringkali secara gampang disebut sebagai A Tyrolean Carol. Frederick Wilhelmus IV, Raja Prusia, mendengarkan Malam Kudus dinyanyikan di Gereja Berlin Imperial dan memerintahkannya agar dinyanyikan di segenap penjuru kerajaan pada pesta-pesta dan perayaan Natal. Ironisnya, lagu tersebut menjadi terkenal tanpa penghargaan kepada para penggubahnya. Sebagian orang berpikir bahwa Michael Haydn, saudara dari komposer terkenal Franz Joseph Haydn, yang menuliskannya. Oleh sebab itu, Raja Frederick Wilhelmus, memerintahkan agar dicari penggubah yang sebenarnya. Suatu hari, para utusan raja tiba di biara St. Petrus di Salzburg untuk menanyakan perihal penggubah lagu Malam Kudus. Felix, putera Franz Gruber, yang menjadi murid di sana, menemui mereka dan menceritakan kisah di balik lagu Malam Kudus serta mengantar mereka kepada ayahnya, yang sekarang menjadi pemimpin paduan suara di suatu paroki lain. Sejak saat itulah, keduanya, Mohr dan Gruber, diakui sebagai penggubah lagu Malam Kudus. Pastor Joseph Mohr wafat dalam usia 56 tahun pada tanggal 4 Desember 1848 karena tuberculosis. Gruber wafat dalam usia 76 tahun. Terjemahan lagu Malam Kudus dalam bahasa Inggris dilakukan oleh Jane Campbell pada tahun 1863 dan dibawa ke Amerika pada tahun 1871, muncul dalam Buku Nyanyian Sekolah Minggu Charles Hutchins. Sementara terjemahan dalam bahasa Indonesia dilakukan oleh Yamuger / Seksi Musik Komlit KWI pada tahun 1992. Sementara kita mempersiapkan datangnya Natal, kiranya kita sungguh mencamkan dalam hati kata-kata yang terdapat dalam lagu Malam Kudus dan semoga pesan yang disampaikannya kita amalkan dalam pikiran, perkataan dan perbuatan-perbuatan kita. Kepada segenap pembaca, saya mengucapkan Selamat Hari Raya Natal! * Fr. Saunders is pastor of Queen of Apostles Church in Alexandria. sumber : “Straight Answers: What Can You Tell Me about the Song 'Silent Night'?” by Fr. William P. Saunders; Arlington Catholic Herald, Inc; Copyright Arlington Catholic Herald, Inc. All rights reserved; www.catholicherald.comDiperkenankan mengutip / menyebarluaskan artikel di atas dengan mencantumkan: “diterjemahkan oleh YESAYA: www.indocell.net/yesaya atas ijin The Arlington Catholic Herald.”  Sejarah Hari Ibu diawali dari bertemunya para pejuang wanita dengan mengadakan Kongres Perempuan Indonesia I pada 22-25 Desember 1928 di Yogyakarta, di gedung Dalem Jayadipuran yang sekarang berfungsi sebagai kantor Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional dan beralamatkan di Jl. Brigjen Katamso. Kongres dihadiri sekitar 30 organisasi perempuan dari 12 kota di Jawa dan Sumatera. Hasil dari kongres tersebut salah satunya adalah membentuk Kongres Perempuan yang kini dikenal sebagai Kongres Wanita Indonesia (Kowani). Organisasi perempuan sendiri sudah ada sejak 1912, diilhami oleh perjuangan para pahlawan wanita abad ke-19 seperti Martha Christina Tiahahu, Cut Nyak Dhien, Tjoet Nyak Meutia, R.A. Kartini, Maria Walanda Maramis, Dewi Sartika, Nyai Ahmad Dahlan, dan lain-lain. Peristiwa itu dianggap sebagai salah satu tonggak penting sejarah perjuangan kaum perempuan Indonesia. Pemimpin organisasi perempuan dari berbagai wilayah se-Nusantara berkumpul menyatukan pikiran dan semangat untuk berjuang menuju kemerdekaan dan perbaikan nasib kaum perempuan. Berbagai isu yang saat itu dipikirkan untuk digarap adalah persatuan perempuan Nusantara, pelibatan perempuan dalam perjuangan melawan kemerdekaan, pelibatan perempuan dalam berbagai aspek pembangunan bangsa, perdagangan anak-anak dan kaum perempuan, perbaikan gizi dan kesehatan bagi ibu dan balita, pernikahan usia dini bagi perempuan, dan sebagainya. Tanpa diwarnai gembar-gembor kesetaraan gender, para pejuang perempuan itu melakukan pemikiran kritis dan aneka upaya yang amat penting bagi kemajuan bangsa. Penetapan tanggal 22 Desember sebagai perayaan Hari Ibu diputuskan dalam Kongres Perempuan Indonesia III pada tahun 1938.[7] Peringatan 25 tahun Hari Ibu pada tahun 1953 dirayakan meriah di tak kurang dari 85 kota Indonesia, mulai dari Meulaboh sampai Ternate. Presiden Soekarno menetapkan melalui Dekrit Presiden No. 316 tahun 1959 bahwa tanggal 22 Desember adalah Hari Ibu dan dirayakan secara nasional hingga kini. Misi diperingatinya Hari Ibu pada awalnya lebih untuk mengenang semangat dan perjuangan para perempuan dalam upaya perbaikan kualitas bangsa ini. Dari situ pula tercermin semangat kaum perempuan dari berbagai latar belakang untuk bersatu dan bekerja bersama. Di Solo, misalnya, 25 tahun Hari Ibu dirayakan dengan membuat pasar amal yang hasilnya untuk membiayai Yayasan Kesejahteraan Buruh Wanita dan beasiswa untuk anak-anak perempuan. Pada waktu itu panitia Hari Ibu Solo juga mengadakan rapat umum yang mengeluarkan resolusi meminta pemerintah melakukan pengendalian harga, khususnya bahan-bahan makanan pokok. Pada tahun 1950-an, peringatan Hari Ibu mengambil bentuk pawai dan rapat umum yang menyuarakan kepentingan kaum perempuan secara langsung. Satu momen penting bagi para wanita adalah untuk pertama kalinya wanita menjadi menteri adalah Maria Ulfah di tahun 1946. Sebelum kemerdekaan Kongres Perempuan ikut terlibat dalam pergerakan internasional dan perjuangan kemerdekaan itu sendiri. Tahun 1973 Kowani menjadi anggota penuh International Council of Women (ICW). ICW berkedudukan sebagai dewan konsultatif kategori satu terhadap Perserikatan Bangsa-bangsa. Kini, Hari Ibu di Indonesia diperingati untuk mengungkapkan rasa sayang dan terima kasih kepada para ibu, memuji keibuan para ibu. Berbagai kegiatan pada peringatan itu merupakan kado istimewa, penyuntingan bunga, pesta kejutan bagi para ibu, aneka lomba masak dan berkebaya, atau membebaskan para ibu dari beban kegiatan domestik sehari-hari.  | | Kartu Natal pertama yang di lukis John Callcott Horsley |
Adalah John Callcott Horsley yang pada tahun 1843, kartun yang berjudul "St Augustine Preaching" yang dilukisnya memenangi kompetisi Westminster Hall. Tahun berikutnya (1844), Horsley termasuk salah satu dari enam pelukis yang ditugaskan untuk membuat lukisan dinding di Gedung Parlemen. Lukisan karyanya yang berjudul "Religion" (1845) dipasang di gedung Majelis Tinggi Britania Raya. Lukisan hasil karyanya yang lain adalah "Henry V assuming the Crown" dan "Satan surprised at the Ear of Eve". Pada tahun 1864, Horsley menjadi anggota penuh Royal Academy, dan menyandang gelar kehormatan RA. Sesudah itu, pada tahun 1882, ia diangkat sebagai bendahara di Royal Academy. Jabatan tersebut dipegangnya hingga pensiun pada tahun 1897, dan menyandang gelar kehormatan "retired Academician" (pensiunan Royal Academy). Ia belajar melukis di sekolah Akademi Kerajaan (Royal Academy), dan mengadakan pameran "The Pride of the Village" (Vernon Gallery) di Akademi Kerajaan. Berbagai lukisan hasil karya Horsley dipamerkan dalam sejumlah pameran hingga tahun 1893. Di antara lukisannya yang terkenal antara lain "Malvolio," "L'Allegro and il Penseroso" (dilukis untuk Pangeran Albert), "Le Jour des Morts," dan "A Scene from Don Quixote". Horsley mendesain kartu Natal yang pertama atas penugasan dari Henry Cole. Ilustrasi kartu Natal karyanya mengundang kontroversi karena menggambarkan anak kecil sedang meminum anggur. Selain itu, Horsley juga mendesain amplop prabayar yang dikenal sebagai amplop Horsley di zaman sebelum adanya prangko.
Horsley adalah salah seorang penyelenggara berbagai pameran musim dingin karya pelukis agung Eropa yang diadakan Burlington House sejak tahun 1870. Ketika lukisan dari pameran Salon de Paris ikut memengaruhi pelukis Royal Academy, dan berakibat pada semakin banyaknya lukisan tanpa busana, Horsley memprotes keadaan tersebut. Sikap Horsley tersebut membuat majalah Punch menjulukinya sebagai "Mr J C (lothes) Horsley".
John Callcott Horsley (lahir 29 Januari 1817 – meninggal 18 Oktober 1903 pada umur 86 tahun) adalah pelukis Inggris kelahiran London. Ia adalah putra dari pemusik bernama William Horsley (cucu keponakan Sir Augustus Callcott) Anaknya yang bernama Sir Victor Horsley (l. 1857), menjadi terkenal sebagai ahli bedah sekaligus ahli neuropatologi, dan pendukung riset eksperimental. Kelahiran Tuhan kita Yesus Kristus yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan perayaan pagan non-Katolik. Tetapi, banyak umat Kristen dan non-Kristen menganggap bahwa perayaan kelahiran Yesus Kristus pada tanggal 25 Desember adalah sebuah bentuk adopsi terhadap perayaan pagan kekaisaran romawi. a perayaan pagan ke dalam Kekristenan. Mitos ini begitu terpatri kuat dalam benak banyak orang bahkan banyak umat Katolik sendiri terpengaruh dengan hal ini.
Pertama-tama, dokumen Konsili Nicea I pada tahun 325 M sama aaasekali tidak berisi apapun mengenai Perayaan Natal.( Konsili Nicea I klik disini). Entah dari mana datangnya tuduhan bahwa Kaisar Konstantinus adalah orang yang menetapkan Natal. Terlihat sekali ada usaha untuk mendiskreditkan Katolik dengan menuduh demikian. Kedua, Natal bukanlah sebuah perayaan yang diadopsi dari perayaan pagan Kekaisaran Romawi. Penjelasan mengenai hal ini cukup panjang.
Pendapat bahwa Natal diadopsi dari perayaan pagan muncul pada abad ke-17 dari kalangan Protestan aliran Puritan di Inggris dan Presbiterian di Skotlandia. Kedua denominasi Protestan ini sangat membenci banyak hal-hal berbau Katolik atau yang memiliki asal-usul dari Gereja Katolik. Kemudian, seorang pendeta Protestan berkebangsaan Jerman bernama Paul Ernst Jablonski mendukung pernyataan dua denominasi di atas dengan mengatakan bahwa perayaan Natal adalah perayaan pagan romawi yang mengkorupsi dan memaganisasi Kekristenan yang murni.
Klaim-klaim yang dipaparkan adalah bahwa Natal diadopsi dari dua perayaan pagan,Perayaan Saturnalia untuk menyembah Dewa Saturnus danDies Natalis Solis Invicti (Birth of Unconquered Sun / Kelahiran Matahari tak tertaklukkan).Banyak mitos beredar bahwa Saturnalia dirayakan pada tanggal 25 Desember sehingga orang-orang menganggap Natal diadopsi dari perayaan Saturnalia ini karena tanggalnya sama. Tetapi tidak seperti itu faktanya.
Perayaan Saturnalia adalah perayaan romawi kuno untuk penyembahan terhadap Dewa Saturnus. Pada permulaan bulan Desember, para petani sudah harus menyelesaikan segala aktivitas pertanian musim gugurnya (De Re Rustica, III.14) dan kemudian dilanjutkan dengan penyembahan terhadap Saturnus dengan sebuah perayaan bernama Saturnalia. Saturnalia resminya dirayakan pada tanggal 17 Desember hingga 23 Desember. Kaisar Augustus menguranginya menjadi tiga hari sehingga instansi-instansi sipil tidak perlu tutup lebih lama dari seharusnya, dan Kaisar Kaligula menambahkannya menjadi lima (Suetonius, XVII; Cassius Dio, LIX. 6). Terakhir, Kaisar Klaudis mengembalikan perayaan ini seperti semula. (Dio, LX.25). Jadi, mengapa dikatakan Natal diadopsi dari Saturnalia? Tidak ada tanggal 25 Desember pada Perayaan Saturnalia ini. Perayaan Dies Natalis Solis Invicti ini adalah perayaan pagan romawi yangpaling sering dijadikan dasar tuduhan bahwa Natal diadopsi dari perayaan Dies Natalis Solis Invicti. Tuduhan ini sama sekali tidak memiliki substansi sejarah mengingat Natal telah dirayakan secara sederhana di katakombe-katakombe sejak abad-abad awal. [Daniel Rops,Prières des Premiers Chrétiens, Paris: Fayard, 1952, pp. 125-127, 228-229]. Fakta berbicara sebaliknya dari mitos ini. Perayaan Dies Natalis Solis Invicti ini justru adalah perayaan pagan yang ditetapkan untuk menandingi perayaan Natal Gereja Perdana (Gereja Katolik).
Kaisar Aurelianus yang memerintah dari tahun 70 M hingga tahun 75 M sangat membenci Kekristenan. Dia menetapkanDies Natalis Solis Invictipada tanggal 25 Desember 274 sebagai alat untuk mempersatukan kultus-kultus pemujaan pagan di sekitar Kekaisaran Romawi untuk merayakan “kelahiran kembali” matahari. Aurelianus memimpin sebuah kekaisaran yang nyaris runtuh akibat perpecahan internal, pemberontakan-pemberontakan, krisis ekonomi, dan serangan-serangan dari suku bangsa German di utara dan Kerajaan Persia di timur.
Dalam menetapkan perayaan baru ini, Aurelianus berharap “kelahiran kembali” matahari menjadi simbol harapan bagi “kelahiran kembali” Kekaisaran Romawi dengan merayakan penyembahan terhadap dewa yang menurut mereka telah membawa kekaisaran Romawi ke dalam kebesaran dan kejayaan di dunia.Penetapan perayaan pagan pada tanggal 25 Desember 274 ini oleh Aurelianus bukan hanya sekadar manuver politik saja tetapi juga sebuah usaha untuk memberikan signifikansi pagan terhadap tanggal 25 Desember yang merupakan salah satu tanggal penting Gereja Perdana (Gereja Perdana=Gereja Katolik). Perkembangan Gereja Katolik yang pesat sejak kelahirannya pada tahun 33 M saat Pentakosta semakin hari semakin memberi dampak dan pengaruh yang besar terhadap Kekaisaran Romawi. Hal ini menurut Aurelianus dan beberapa Kaisar Romawi lainnya perlu dihilangkan.Penetapan Dies Natalis Solis Invicti ini dapat kita katakan sebagai salah satu usaha Aurelianus untuk menandingi perayaan Natal Gereja Katolik yang merayakan kelahiran Sang Terang Abadi dan Tak Tertaklukan, Yesus Kristus. Terlepas dari pasti atau tidak pastinya tanggal 25 Desember sebagai tanggal asli kelahiran Kristus, Natal tetaplah merupakan Hari Raya yang ditetapkan Gereja Katolik untuk merayakan kelahiran Kristus berdasarkan usaha-usaha Para Bapa Gereja untuk menemukan tanggal historis kelahiran Yesus Kristus. Natal sama sekali bukan perayaan pagan yang diadopsi ke dalam Kekristenan tetapi sebuah perayaan yang berasal dari dalam Gereja Katolik sendiri. Pernyataan bahwa Natal adalah perayaan pagan yang diadopsi oleh Gereja Katolik adalah pernyataan yang sama sekali merupakan sebuah mitos. Referensi: - Christmas Was Never a Pagan Holiday by Marian T. Horvath, Ph. D.
- Calculating Christmas by William J. Tighe (Professor Sejarah dari Muhlenberg College di Allentown, Pennsylvania), diterbitkan di majalahTouchstoneDecember 2003
- Newsletter of Pope John Paul II Society of Evangelists December 2007
Pax et Bonum Sumber : http://indonesian-papist.blogspot.com/2011/12/apakah-natal-itu-hasil-adopsi-dari.html
Peringatan hari kelahiran Yesus tidak pernah menjadi perintah Kristus untuk dilakukan. Cerita dari Perjanjian Baru tidak pernah menyebutkan adanya perayaan hari kelahiran Yesus dilakukan oleh gereja awal. Klemens dari Aleksandria mengejek orang orang yang berusaha menghitung dan menentukan hari kelahiran Yesus. Dalam abad abad pertama hidup kerohanian anggota anggota jemaat lebih diarahkan kepada kebangkitan Yesus. Natal tidak mendapat perhatian. Perayaan hari ulang tahun umumnya – terutama oleh Origenes – dianggap sebagai suatu kebiasaan kafir: orang orang seperti Firaun dan Herodes yang merayakan hari ulang tahun mereka. Orang Kristen tidak berbuat demikian: orang Kristen merayakan hari kematiannya sebagai hari ulang tahunnya.
Tetapi di sebelah Timur orang telah sejak dahulu memikirkan mukjizat pemunculan Allah dalam rupa manusia. Menurut tulisan tulisan lama suatu sekte Kristen di Mesir telah merayakan "pesta Epifania" (pesta Pemunculan Tuhan) pada tanggal 4 Januari. Tetapi yang dimaksudkan oleh sekte ini dengan pesta Epifania ialah munculnya Yesus sebagai Anak Allah – yaitu pada waktu Ia dibaptis di sungai Yordan. Gereja sebagai keseluruhan bukan saja menganggap baptisan Yesus sebagai Epifania, tetapi terutama kelahiran-Nya di dunia. Sesuai dengan anggapan ini Gereja Timur merayakan pesta Epifania pada tanggal 6 Januari sebagai pesta kelahiran dan pesta baptisan Yesus. Perayaan kedua pesta ini berlangsung pada tanggal 5 Januari malam (menjelang tanggal 6 Januari) dengan suatu tata ibadah yang indah, yang terdiri dari Pembacaan Alkitab dan puji pujian. Ephraim dari Syria menganggap Epifania sebagai pesta yang paling indah. Ia katakan: “Malam perayaan Epifania ialah malam yang membawa damai sejahtera dalam dunia. Siapakah yang mau tidur pada malam, ketika seluruh dunia sedang berjaga jaga?” Pada malam perayaan Epifania semua gedung gereja dihiasi dengan karangan bunga. Pesta ini khususnya dirayakan dengan gembira di gua Betlehem, tempat Yesus dilahirkan. SejarahPerayaan Natal baru dimulai pada sekitar tahun 200 M di Aleksandria (Mesir). Para teolog Mesir menunjuk tanggal 20 Mei tetapi ada pula pada 19 atau 20 April. Di tempat-tempat lain perayaan dilakukan pada tangal 5 atau 6 Januari; ada pula pada bulan Desember. Perayaan pada tanggal 25 Desember dimulai pada tahun 221 oleh Sextus Julius Africanus, dan baru diterima secara luas pada abad ke-5. Ada berbagai perayaan keagamaan dalam masyarakat non-Kristen pada bulan Desember. Dewasa ini umum diterima bahwa perayaan Natal pada tanggal 25 Desember adalah penerimaan ke dalam gereja tradisi perayaan non-Kristen terhadap (dewa) matahari: Solar Invicti (Surya tak Terkalahkan), dengan menegaskan bahwa Yesus Kristus adalah Sang Surya Agung itu sesuai berita Alkitab (lihat Maleakhi 4:2; Lukas 1:78; Kidung Agung 6:10). Penetapan Tanggal Ada pendapat yang berkata bahwa tanggal 25 Desember bukanlah tanggal hari kelahiran Yesus.[rujukan?] Pendapat ini diperkuat berdasarkan kenyataan bahwa pada malam tersebut para gembala masih menjaga dombanya di padang rumput. (Lukas 2:8). Pada bulan Desember tidak mungkin para gembala masih bisa menjaga domba-dombanya di padang rumput sebab musim dingin pada saat tersebut telah tiba jadi sudah tidak ada rumput yang tumbuh lagi. Para pendukung tanggal kelahiran bulan Desember berpendapat meski musim dingin, domba-domba tetap tinggal di kandangnya di padang rumput dan tetap dijaga oleh gembala, dan meski tidak ada rumput, padang rumput tetaplah disebut padang rumput.
Ada juga pendapat yang berkata bahwa perayaan Natal bersumber dari tradisi Romawi pra-Kristen, peringatan bagi dewa pertanian Saturnus jatuh pada suatu pekan di bulan Desember dengan puncak peringatannya pada hari titik balik musim dingin (winter solstice) yang jatuh pada tanggal 25 Desember dalam kalender Julian. Peringatan yang disebut Saturnalia tersebut merupakan tradisi sosial utama bagi bangsa Romawi. Agar orang-orang Romawi dapat menganut agama Kristen tanpa meninggalkan tradisi mereka sendiri, atas dorongan dari kaisar Kristen pertama Romawi, Konstantin I, Paus Julius I memutuskan pada tahun 350 bahwa kelahiran Yesus diperingati pada tanggal yang sama. Namun pandangan ini disanggah oleh Gereja Ritus Timur, karena Gereja Ritus Timur sudah merayakan kelahiran Yesus sejak abad ke-2, sebelum Gereja di Roma menyatakan perayaan Natal pada tanggal 25 Desember.
Oleh karena itu, ada beberapa aliran Kristen yang tidak merayakan tradisi Natal karena dianggap berasal dari tradisi kafir Romawi, yaitu aliran Gereja Yesus Sejati, Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh, Gereja Baptis Hari Ketujuh, Perserikatan Gereja Tuhan, kaum Yahudi Mesianik, dan Gereja Jemaat Allah Global Indonesia. Saksi-Saksi Yehuwa juga tidak merayakan Natal.
Ada sejumlah naskah kuno yang mencatat bahwa Yesus ditempatkan di rahim Maria tanggal 25 Desember. Penafsiran Kitab Hagai mengindikasikan tanggal itu merupakan tanggal datangnya Yesus ke dalam rahim Maria, yaitu Hagai 2:18-20:
“ Perhatikanlah mulai dari hari ini dan selanjutnya--mulai dari hari yang kedua puluh empat bulan kesembilan. Mulai dari hari diletakkannya dasar bait TUHAN perhatikanlah apakah benih masih tinggal tersimpan dalam lumbung, dan apakah pohon anggur dan pohon ara, pohon delima dan pohon zaitun belum berbuah? Mulai dari hari ini Aku akan memberi berkat! ” Tanggal 24 bulan ke-9 (Kislev) dalam kalender Yahudi jatuh sekitar tanggal 25 Desember dalam kalender Gregorian.
Meskipun kapan Hari Natal jatuh masih menjadi perdebatan, agama Kristen pada umumnya sepakat untuk menetapkan Hari Natal jatuh setiap tanggal 25 Desember dalam Kalender Gregorian ini didasari atas kesadaran bahwa penetapan hari raya liturgis lain seperti Paskah dan Jumat Agung tidak didapat dengan pendekatan tanggal pasti namun hanya berupa penyelenggaraan kembali acara-acara tersebut dalam satu tahun liturgi, yang bukan mementingkan ketepatan tanggalnya namun esensi atau inti dari setiap peringatan tersebut untuk dapat diwujudkan dari hari ke hari.
Prakiraan TahunTahun kalender Masehi diciptakan pada abad ke-6 oleh seorang biarawan yang bernama Dionysius Exignus. Tahun Masehi yang kita gunakan sekarang ini disebut juga anno Domini (Tahun Tuhan). Bagaimana ia bisa mengetahui bahwa Tuhan Yesus dilahirkan pada tahun 1 SM? Ia mengambil data dari catatan sejarah yang menyatakan bahwa pada tahun 754 kalender Romawi itu adalah tahun ke 15 dari pemerintahan Kaisar Tiberius seperti yang tercantum di Lukas 3:1-2. Data inilah yang dijadikan patokan olehnya untuk mengawali tahun 1 SM.
Di samping itu ia juga mengambil data dari Lukas 2:1-2 yang menyatakan bahwa Kirenius (Gubenur dari Siria) pertama kali menjalankan program sensus. Walaupun demikian masih juga orang yang meragukannya, sebab menurut sejarahwan Yahudi yang bernama Flavius Yosefus, raja Herodes meninggal dunia pada tahun 4 SM sehingga konsekuensinya tanggal lahir Yesus harus dimundurkan sebanyak empat tahun. Tapi teori ini pun tidak benar, sebab ia menganalisa tahun tersebut berdasaran adanya gerhana bulan pada tahun saat Herodes meninggal dunia yang terjadi di Yerusalem pada tanggal 13 Maret tahun 4 SM
Pernah mendengarkan yanyian yang klasik "Mari Bicara Tentang Bayi Seks" ? lagu tersebut mungkin menjadi berbicara salah satu cara untuk mengingatkan orang tua, bahwa Anda ingin membahas topik SEX ditakuti.Berbicara tentang seks dianggap tabu di seluruh budaya yang berbeda.Berdiskusi terbuka dan jujur dengan orangtua tentang seks mungkin menjadi hal yang paling matang yang anda lakukan sebagai remaja.
Bagaimana untuk memulai pembicaraan subjek SEX adalah rintangan pertama yang Anda butuhkan untuk menaklukkan.Ini akan lebih mudah untuk membahas topik seks dengan menciptakan lingkungan yang aman dan tenang di mana Anda dapat berbicara dengan orangtua tentang apa pun. Anda harus bekerja melawan kecenderungan sebagaai pendiam, dan hanya mulai berbicara kepada orang tua tentang apa saja dan segala sesuatu yang terjadi dalam hidup anda.Setelah anda telah membuka jalur komunikasi dengan orangtua, Anda akan mengerti bahwa mereka bukan musuh dan pada kenyataannya mereka benar-benar memiliki kepentingan terbaik di jantung. Seks adalah masalah tombol panas dan yang pasti akan emosi yang kuat bahkan terlarang.Tapi dengan menjaga anda dingin, anda dapat berbicara dengan orangtua tentang segala keprihatinan atau pertanyaan yang anda miliki tentang seks.Ini bukan subjek kotor, tapi satu yang sangat penting untuk berbicara secara terbuka tentang di hari ini dan usia di mana kehamilan remaja adalahmeroketlangit kedua .
Jangan dimatikan jika orang tua secara ketat mencoba untuk menegakkan ideologi pantang pada anda.Seks adalah rumit dan melibatkan emosi yang mungkin berada di luar kapasitas anda untuk berurusan dengan jatuh tempo tergantung pada Anda.Ada metode untuk kegilaan orang tua, dan kadang-kadang jika anda melihat sesuatu dari perspektif mereka anda akan melihat bahwa mereka mencoba untuk melindungi anda dari cobaan dan kesengsaraan yang dapat terjadi. Ketika Anda kurang informasi tentang konsekuensi dari terlibat dalam seksualhubungan, ketika Anda tidak dilengkapi dengan kematangan emosi untuk berurusan dengan itu.
Setelah dialog terbuka tentang tidak hanya masalah seks tetapi lain yang dihadapi selama tahun-tahun masalah remaja dengan orangtua Anda adalah penting.Anda akan mendapatkan keuntungan yang besar karena ini komunikasi terbuka dan menemukan bahwa ketika Anda siap untuk membuat keputusan orang dewasa untuk terlibat dalam seks, Anda akan memiliki kedewasaan dan kemampuan untuk menghadapinya. Selamat berdiskusi  Sejarah Gua NatalCerita tentang asal mula gua Natal berawal dari kisah seorang yang sangat kudus, St. Fransiskus dari Asisi. Pada tahun 1223, St. Fransiskus – seorang diakon – mengunjungi kota Grecio untuk merayakan Natal. Grecio adalah sebuah kota kecil di lereng gunung dengan lembah yang indah terhampar di hadapannya. Masyarakat sekitar menanami daerah yang subur itu dengan pohon-pohon anggur. St. Fransiskus menyadari bahwa Kapel Pertapaan Fransiskan akan terlalu kecil untuk dapat menampung umat yang akan hadir pada Misa Natal tengah malam. Jadi, ia mendapatkan sebuah gua di bukit karang dekat alun-alun kota dan mendirikan altar di sana. Tetapi, Misa Natal kali ini akan sangat istimewa, tidak seperti Misa-misa Natal sebelumnya. St. Bonaventura (wafat tahun 1274) dalam bukunya “Riwayat St. Fransiskus dari Asisi” menceritakannya dengan sangat baik: “Hal itu terjadi tiga tahun sebelum wafatnya. Guna membangkitkan gairah penduduk Grecio dalam mengenangkan kelahiran Bayi Yesus dengan devosi yang mendalam, St. Fransiskus memutuskan untuk merayakan Natal dengan sekhidmat mungkin. Agar tidak didakwa merayakan Natal dengan tidak sepatutnya, ia minta dan memperoleh ijin dari Bapa Uskup. Kemudian St. Fransiskus mempersiapkan sebuah palungan, mengangkut jerami, juga menggiring seekor lembu jantan dan keledai ke tempat yang telah ditentukannya. Para biarawan berkumpul, penduduk berhimpun, alam dipenuhi gema suara mereka, dan malam yang kudus itu dimeriahkan dengan cahaya benderang dan merdunya nyanyian puji-pujian. St. Fransiskus berada di depan palungan, bersembah sujud dalam segala kesalehan, dengan bercucuran air mata dan berseri-seri penuh sukacita; Kitab Suci dikidungkan oleh Fransiskus, Utusan Tuhan. Kemudian ia menyampaikan khotbah kepada umat di sekeliling tempat kelahiran sang Raja miskin; tak sanggup menyebutkan nama-Nya oleh karena kelembutan kasih-Nya, ia menyebut-Nya sang Bayi dari Betlehem. Seorang prajurit yang gagah berani lagi saleh, Yohanes dari Grecio, yang karena kasihnya kepada Kristus telah meninggalkan kemapanan dunia ini dan menjadi sahabat orang kudus kita, menegaskan bahwa ia melihat Bayi yang sungguh menawan luar biasa, sedang tidur dalam palungan. Dengan sangat hati-hati, St. Fransiskus menggendong-Nya dalam pelukannya, seolah-olah takut membangunkan sang Bayi dari tidur-Nya. Penglihatan prajurit yang saleh ini dapat dipercaya, tidak saja karena kesalehan ia yang melihatnya, tetapi juga karena mukjizat-mukjizat yang terjadi sesudahnya meneguhkan kebenaran itu. Sebagai contoh St. Fransiskus, jika dianggap oleh dunia cukup meyakinkan, dapat menggairahkan segenap hati yang tak peduli akan iman kepada Kristus, dan jerami dari palungan, yang disimpan oleh penduduk, secara ajaib menyembuhkan segala macam penyakit ternak, dan juga wabah-wabah lainnya. Dengan demikian, Tuhan dalam segala hal memuliakan hamba-Nya dan meneguhkan kemanjuran doa-doa kudusnya yang luar biasa dengan mengadakan keajaiban-keajaiban serta mukjizat-mukjizat.”Meskipun kisah di atas cukup kuno, pesannya bagi kita jelas. Gua Natal yang kita tempatkan di bawah pohon Natal merupakan tanda pengingat yang kelihatan akan malam itu ketika Juruselamat kita dilahirkan. Semoga kita senantiasa ingat untuk melihat dalam hati kita, sang Bayi mungil dari Betlehem yang datang untuk membebaskan kita dari dosa. Semoga kita senantiasa ingat bahwa kayu palungan yang membuai-Nya dengan nyaman dan aman, suatu hari kelak akan menyediakan kayu salib bagi-Nya. Semoga kita juga senantiasa memeluk Dia dengan segala cinta dan kasih sayang seperti yang dilakukan St. Fransiskus. Pohon Natal Kisah Pohon Natal merupakan bagian dari riwayat hidup St. Bonifasius, yang nama aslinya adalah Winfrid. St. Bonifasius dilahirkan sekitar tahun 680 di Devonshire, Inggris. Pada usia lima tahun, ia ingin menjadi seorang biarawan; ia masuk sekolah biara dekat Exeter dua tahun kemudian. Pada usia empatbelas tahun, ia masuk biara di Nursling dalam wilayah Keuskupan Winchester. St. Bonifasius seorang yang giat belajar, murid abas biara yang berpengetahuan luas, Winbert. Kelak, Bonifasius menjadi pimpinan sekolah tersebut.Pada waktu itu, sebagian besar penduduk Eropa utara dan tengah masih belum mendengar tentang Kabar Gembira. St. Bonifasius memutuskan untuk menjadi seorang misionaris bagi mereka. Setelah satu perjuangan singkat, ia mohon persetujuan resmi dari Paus St. Gregorius II. Bapa Suci menugaskannya untuk mewartakan Injil kepada orang-orang Jerman. (Juga pada waktu itu St. Bonifasius mengubah namanya dari Winfrid menjadi Bonifasius). St. Bonifasius menjelajah Jerman melalui pegunungan Alpen hingga ke Bavaria dan kemudian ke Hesse dan Thuringia. Pada tahun 722, paus mentahbiskan St. Bonifasius sebagai uskup dengan wewenang meliputi seluruh Jerman. Ia tahu bahwa tantangannya yang terbesar adalah melenyapkan takhayul kafir yang menghambat diterimanya Injil dan bertobatnya penduduk. Dikenal sebagai “Rasul Jerman”, St. Bonifasius terus mewartakan Injil hingga ia wafat sebagai martir pada tahun 754. Marilah kita memulai cerita kita tentang Pohon Natal. Dengan rombongan pengikutnya yang setia, St. Bonifasius sedang melintasi hutan dengan menyusuri suatu jalan setapak Romawi kuno pada suatu Malam Natal. Salju menyelimuti permukaan tanah dan menghapus jejak-jejak kaki mereka. Mereka dapat melihat napas mereka dalam udara yang dingin menggigit. Meskipun beberapa di antara mereka mengusulkan agar mereka segera berkemah malam itu, St. Bonifasius mendorong mereka untuk terus maju dengan berkata, “Ayo, saudara-saudara, majulah sedikit lagi. Sinar rembulan menerangi kita sekarang ini dan jalan setapak enak dilalui. Aku tahu bahwa kalian capai; dan hatiku sendiri pun rindu akan kampung halaman di Inggris, di mana orang-orang yang aku kasihi sedang merayakan Malam Natal. Oh, andai saja aku dapat melarikan diri dari lautan Jerman yang liar dan berbadai ganas ini ke dalam pelukan tanah airku yang aman dan damai! Tetapi, kita punya tugas yang harus kita lakukan sebelum kita berpesta malam ini. Sebab sekarang inilah Malam Natal, dan orang-orang kafir di hutan ini sedang berkumpul dekat pohon Oak Geismar untuk memuja dewa mereka, Thor; hal-hal serta perbuatan-perbuatan aneh akan terjadi di sana, yang menjadikan jiwa mereka hitam. Tetapi, kita diutus untuk menerangi kegelapan mereka; kita akan mengajarkan kepada saudara-saudara kita itu untuk merayakan Natal bersama kita karena mereka belum mengenalnya. Ayo, maju terus, dalam nama Tuhan!”Mereka pun terus melangkah maju dengan dikobarkan kata-kata semangat St. Bonifasius. Sejenak kemudian, jalan mengarah ke daerah terbuka. Mereka melihat rumah-rumah, namun tampak gelap dan kosong. Tak seorang pun kelihatan. Hanya suara gonggongan anjing dan ringkikan kuda sesekali memecah keheningan. Mereka berjalan terus dan tiba di suatu tanah lapang di tengah hutan, dan di sana tampaklah pohon Oak Kilat Geismar yang keramat. “Di sini,” St. Bonifasius berseru sembari mengacungkan tongkat uskup berlambang salib di atasnya, “di sinilah pohon oak Kilat; dan di sinilah salib Kistus akan mematahkan palu sang dewa kafir Thor.”Di depan pohon oak itu ada api unggun yang sangat besar. Percikan-percikan apinya menari-nari di udara. Warga desa mengelilingi api unggun menghadap ke pohon keramat. St. Bonifasius menyela pertemuan mereka, “Salam, wahai putera-putera hutan! Seorang asing mohon kehangatan api unggunmu di malam yang dingin.” Sementara St. Bonifasius dan para pengikutnya mendekati api unggun, mata orang-orang desa menatap orang-orang asing ini. St. Bonifasius melanjutkan, “Aku saudaramu, saudara bangsa German, berasal dari Wessex, di seberang laut. Aku datang untuk menyampaikan salam dari negeriku, dan menyampaikan pesan dari Bapa-Semua, yang aku layani.”Hunrad, pendeta tua dewa Thor, menyambut St. Bonifasius beserta para pengikutnya. Hunrad kemudian berkata kepada mereka, “Berdirilah di sini, saudara-saudara, dan lihatlah apa yang membuat dewa-dewa mengumpulkan kita di sini! Malam ini adalah malam kematian dewa matahari, Baldur yang Menawan, yang dikasihi para dewa dan manusia. Malam ini adalah malam kegelapan dan kekuasaan musim dingin, malam kurban dan kengerian besar. Malam ini Thor yang agung, dewa kilat dan perang, kepada siapa pohon oak ini dikeramatkan, sedang berduka karena kematian Baldur, dan ia marah kepada orang-orang ini sebab mereka telah melalaikan pemujaan kepadanya. Telah lama berlalu sejak sesaji dipersembahkan di atas altarnya, telah lama sejak akar-akar pohonnya yang keramat disiram dengan darah. Sebab itu daun-daunnya layu sebelum waktunya dan dahan-dahannya meranggas hingga hampir mati. Sebab itu, bangsa-bangsa Slav dan Saxon telah mengalahkan kita dalam pertempuran. Sebab itu, panenan telah gagal, dan gerombolan serigala memporak-porandakan kawanan ternak, kekuatan telah menjauhi busur panah, gagang-gagang tombak menjadi patah, dan babi hutan membinasakan pemburu. Sebab itu, wabah telah menyebar di rumah-rumah tinggal kalian, dan jumlah mereka yang tewas jauh lebih banyak daripada mereka yang hidup di seluruh dusun-dusunmu. Jawablah aku, hai kalian, tidakkah apa yang kukatakan ini benar?” Orang banyak menggumamkan persetujuan mereka dan mereka mulai memanjatkan puji-pujian kepada Thor. Ketika suara-suara itu telah reda, Hunrad mengumumkan, “Tak satu pun dari hal-hal ini yang menyenangkan dewa. Semakin berharga persembahan yang akan menghapuskan dosa-dosa kalian, semakin berharga embun merah yang akan memberi hidup baru bagi pohon darah yang keramat ini. Thor menghendaki persembahan kalian yang paling berharga dan mulia.”Dengan itu, Hunrad menghampiri anak-anak, yang dikelompokkan tersendiri di sekeliling api unggun. Ia memilih seorang anak laki-laki yang paling elok, Asulf, putera Duke Alvold dan isterinya, Thekla, lalu memaklumkan bahwa anak itu akan dikurbankan untuk pergi ke Valhalla guna menyampaikan pesan rakyat kepada Thor. Orang tua Asulf terguncang hebat. Tetapi, tak seorang pun berani berbicara.Hunrad menggiring anak itu ke sebuah altar batu yang besar antara pohon oak dan api unggun. Ia mengenakan penutup mata pada anak itu dan menyuruhnya berlutut dan meletakkan kepalanya di atas altar batu. Orang-orang bergerak mendekat, dan St. Bonifasius menempatkan dirinya dekat sang pendeta. Hunrad kemudian mengangkat tinggi-tinggi palu dewa Thor keramat miliknya yang terbuat dari batu hitam, siap meremukkan batok kepala Asulf yang kecil dengannya. Sementara palu dihujamkan, St. Bonifasius menangkis palu itu dengan tongkat uskupnya sehingga palu terlepas dari tangan Hunrad dan patah menjadi dua saat menghantam altar batu. Suara decak kagum dan sukacita membahana di udara. Thekla lari menjemput puteranya yang telah diselamatkan dari kurban berdarah itu lalu memeluknya erat-erat. St. Bonifasius, dengan wajahnya bersinar, berbicara kepada orang banyak, “Dengarlah, wahai putera-putera hutan! Tidak akan ada darah mengalir malam ini. Sebab, malam ini adalah malam kelahiran Kristus, Putera Bapa Semua, Juruselamat umat manusia. Ia lebih elok dari Baldur yang Menawan, lebih agung dari Odin yang Bijaksana, lebih berbelas kasihan dari Freya yang Baik. Sebab Ia datang, kurban disudahi. Thor, si Gelap, yang kepadanya kalian berseru dengan sia-sia, sudah mati. Jauh dalam bayang-bayang Niffelheim ia telah hilang untuk selama-lamanya. Dan sekarang, pada malam Kristus ini, kalian akan memulai hidup baru. Pohon darah ini tidak akan menghantui tanah kalian lagi. Dalam nama Tuhan, aku akan memusnahkannya.” St. Bonifasius kemudian mengeluarkan kapaknya yang lebar dan mulai menebas pohon. Tiba-tiba terasa suatu hembusan angin yang dahsyat dan pohon itu tumbang dengan akar-akarnya tercabut dari tanah dan terbelah menjadi empat bagian.Di balik pohon oak raksasa itu, berdirilah sebatang pohon cemara muda, bagaikan puncak menara gereja yang menunjuk ke surga. St. Bonifasius kembali berbicara kepada warga desa, “Pohon kecil ini, pohon muda hutan, akan menjadi pohon kudus kalian mulai malam ini. Pohon ini adalah pohon damai, sebab rumah-rumah kalian dibangun dari kayu cemara. Pohon ini adalah lambang kehidupan abadi, sebab daun-daunnya senantiasa hijau. Lihatlah, bagaimana daun-daun itu menunjuk ke langit, ke surga. Biarlah pohon ini dinamakan pohon kanak-kanak Yesus; berkumpullah di sekelilingnya, bukan di tengah hutan yang liar, melainkan dalam rumah kalian sendiri; di sana ia akan dibanjiri, bukan oleh persembahan darah yang tercurah, melainkan persembahan-persembahan cinta dan kasih.” Maka, mereka mengambil pohon cemara itu dan membawanya ke desa. Duke Alvold menempatkan pohon di tengah-tengah rumahnya yang besar. Mereka memasang lilin-lilin di dahan-dahannya, dan pohon itu tampak bagaikan dipenuhi bintang-bintang. Lalu, St. Bonifasius, dengan Hundrad duduk di bawah kakinya, menceritakan kisah Betlehem, Bayi Yesus di palungan, para gembala, dan para malaikat. Semuanya mendengarkan dengan takjub. Si kecil Asulf, duduk di pangkuan ibunya, berkata, “Mama, dengarlah, aku mendengar para malaikat itu bernyanyi dari balik pohon.” Sebagian orang percaya apa yang dikatakannya benar; sebagian lainnya mengatakan bahwa itulah suara nyanyian yang dimadahkan oleh para pengikut St. Bonifasius, “Kemuliaan bagi Allah di tempat mahatinggi, dan damai di bumi; rahmat dan berkat mengalir dari surga kepada manusia mulai dari sekarang sampai selama-lamanya.” Sementara kita berkumpul di sekeliling Pohon Natal kita, kiranya kita mengucap syukur atas karunia iman, senantiasa menyimpan kisah kelahiran Sang Juruselamat dalam hati kita, dan menyimak nyanyian pujian para malaikat. sumber : - “Straight Answers from Fr. William Saunders: St. Francis and the Christmas Creche”; Copyright (c) 1996 Arlington Catholic Herald, Inc. All rights reserved.
- “Straight Answers: Christmas Tree Origins” by Fr. William P. Saunders; Arlington Catholic Herald, Inc; Copyright ©2002 Arlington Catholic Herald. All rights reserved;
- www.catholicherald.comhttp://luxveritatis7.wordpress.com/2011/12/12/2484/
Nama Khajuraho mungkin berasal dari khajura (kurma), yang tumbuh bebas di daerah itu dan mungkin juga karena ada dua emaspohon khajura yabgdiukirdi gerbang .Nama tua itu Kharjuravahaka (kalajengking pembawa), nafsu kalajengking beracun yang menjadi lambang.Kuil-kuil itu dibangun di bawah raja-raja Chandela akhir antara 950 dan 1050 Masehi dalam ledakan yang benar-benar terinspirasi dari kreativitas.
 Dengan memudar dari kekayaan Chandela, Khajuraho berkurang pentingnya tetapi bangunan candi berlanjut sampai abad ke-12 pada perkembangannya berkurang banyak.Para Chandelas adalah pengikut sekte Tantra yang percaya bahwa pemuasan hasrat duniawi adalah langkah menujumencapai pembebasan akhir.Tantrisme telah banyak disalahpahami dan bagian filosofis dari Tantra seperti Tantra Mahanirvana telah benar-benar terlupakan.Ini adalah salah satu alasan mengapa Tantrics tewas.Namun demikian tetap saja jalan berbeda dari Latihan Rohani meskipun memiliki pengikut sangat sedikit di seluruh dunia.Harus ditekankan bahwa Candi Khajuraho, tidak mengandung tema-tema seksual dalam bangunan Candi atau dekat dewa, tapi hanya pada ukiran eksternal.Mereka menggambarkan bahwa untuk melihat dewa, seseorang harus meninggalkan seksualnyakeinginan luar Bait Allah.Mereka juga menggambarkan bahwa dewa dalam dari Bait Allah adalah murni seperti jiwa (atman) yang tidak terpengaruh oleh hasrat seksual dan kecenderungan kotor lainnya, dll takdir, sedangkan kelengkungan eksternal dan ukiran dari Kuil menggambarkan perubahan tubuh yang terjadi di dalam kita.Hanya sebanyak 10% mengandung ukiran tema seksual, bukan antara dewa tetapi antara manusia biasa.Sisanya menggambarkan hidup orang biasa hari-hari.Sebagai contoh wanita menerapkan makeup, musisi, perajin tembikar, Petani dll Semua ini adalah jauh dari Kuil dewa.Mereka memberikan pesan bahwa seseorang harus selalu memiliki Allah sebagai titik sentral dalam kehidupan seseorang bahkan meskipun salah satu yang terlibat dalam kegiatan-kegiatan duniawi.Di Kuil Khajuraho, Dewa Siwa, Nandi, Dewi Durga, inkarnasi dari Wisnu dll berpakaian lengkap
Kelompok Monumen Khajuraho adalah sekelompok candi (kuil) Hinduan Jainisme yang terletak di Khajuraho sebuah kota di negara bagian Madhya Pradesh, distrik Chhatarpur, sekitar 620 kilometer (385 mil) sebelah tenggara New Delhi. Candi-candi ini adalah salah satu daya tarik wisata paling populer di India. Khanjuraho memiliki banyak bangunan kuil Hindu dan Jainisme periode pertengahan yang terkenal akan patung-patungnya yang erotis. Kelompok monumen Khajuraho masuk dalam daftar Situs Warisan Dunia UNESCO, dan dianggap sebagai salah satu dari "tujuh keajaiban" India.Nama Khajuraho, berasal dari nama purba "Kharjuravāhaka", dari kata dalam bahasa Sansekerta kharjura = kurma dan vāhaka = "orang yang membawa"
Sejarah Pada abad ke-27 Kali yuga, bangsa penyerbu Mleccha mulai menyerang kawasan India utara. Beberapa Rajput Bargujar mengungsi ke arah timur menuju India tengah; mereka berkuasa di kawasan Timur laut Rajasthan, yang disebut Dhundhar, dan disebut Dhundhel atau Dhundhela pada zaman purba, berdasarkan kawasan pemerintahannya. Kemudian mereka disebut Bundela dan Chandela; penguasanya adalah kaun Bargujar; yang menjadi vassal Gurjara - Kemaharajaan Pratihara di India utara, yang berlangsung pada kurun 500 sampai 1300 yang pada masa keemasanya banyak monumen dibangun. Kaum Bargujar juga membangun benteng Kalinjar dan kuil Neelkanth Mahadev, mereka adalah pemuja Shiwa.
Kota Khanjuraho adalah pusat kebudayaan Rajput Chandela, sebuah dinasti Hindu yang menguasai kawasan ini pada abad ke-10 hingga ke-12. Ibu kota pemerintahan kaum Chandela adalah Kalinjar. Kuil-kuil di Khajuraho dibangun dalam rentang waktu 200 tahun, dari tahun 950 hingga 1150. Kemusian ibu kota Chandela dipindahkan ke Mahoba, dan Khajuraho terus berkembang untuk beberapa waktu. Khajurahotidak memiliki benteng karena raja-raja Chandel tidak pernah menghuni kota budaya ini.
Seluruh kawasan kota dikelilingi tembok dengan delapan gerbang, masing-masing diapit pohon palma emas. Aslinya terdapat lebih dari 80 kuil Hindu di kota ini, kini tersisa sekitar 25 kuil yang masih berdiri dalam kondisi baik yang tersebar di kawasan seluas 20 km² Kini, kuil ini menjadi contoh seni arsitektur India paling terkemuka dan semakin terkenal karena beberapa patung dan reliefnya menampilkan kehidupan seks masyarakat India kuna. Masyarakat yang tinggal di sekitar kuil ini senantiasa menjaga kelestarian kuil-kuil ini. Pada abad ke-19 penjelajah Inggris menemukan kuil ini, akan tetapi kebanyakan kuil saat itu telah ditelan hutan rimba. Arca dan Relief UkiranPada bagian dalam ruangan di dekat arca dewa tidak ditemukan relief dan patung seni erotis ; akan tetapi beberapa relief dan patung di bagian luar bangunan menampilkan adegan seni erotis. Ada banyak penafsiran atas ditampilkannya adegan erotis ini dalam ukiran kuil Hindu ini. Salah satu penafsiran adalah bagi dalam pandangan para dewa, seseorang harus menanggalkan hasrat seksualnya di luar kuil. Juga menunjukkan bahwa makhluk surgawi adalah atman atau jiwa yang murni, yang tidak terpengaruh oleh hasrat seksual, pesona fisik dan kemolekan tubuh. Ada juga yang mengaitkannya dengan praktik seksual Tantra. Kurva ukiran di luar kuil melambangkan tubuh manusia dan perubahan yang dialami tubuh manusia, serta jkenyataan kehidupan. Sekitar 10% ukiran ini menampilkan tema seksual yaitu adegan seks sepasang manusia. Sisanya menampilkan adegan kehidupan sehari-hari masyarakat India kuna. Sebagai contoh, adegan menampilkan seorang perempuan tengah mengenakan kosmetik riasan wajah, pemain musik, pembuat tembikar, peternak, dan beberapa profesi lainnya. Semua adegan kehidupan duniawi itu juga terletak berjauhan dengan patung dewa dan dewi. Kekeliruan penafsiran yang umum adalah; karena bangunan tertua di Khajuraho adalah kuil, maka ditafsirkan adegan seks itu dilakukan oleh dewa dan dewi, padahal itu menggambarkan kegiatan manusia biasa.  Sudut pandang lain diberikan oleh James McConnachie. Dalam tulisannya mengenai sejarah Kamasutra, McConnachie menggambarkan bahwa 10% patung-patung "panas" Khajuraho adalah "puncak seni erotik": "Bidadari dengan payudara yang penuh dan pinggul besar dan tubuh meliuk dihiasi perhiasan ini mempercantik panel dinding bagian luar. Apsara bertubuh sintal dan indah ini merajalela di seluruh permukaan batu, mengenakan make-up, mencuci rambut, bermain, menari, dan terus menerus melepas dan mengenakan pakaian mereka... Selain bidadari surgawi ini terdapat pula griffin dan makhluk-makhluk surgawi, dewata penjaga, dan yang paling terkenal, para maithuna dengan tubuh yang saling terkunci, para pasangan yang tengah bercinta." Di beberapa tanggapan di page Gereja Katolik, masih terjadi salah kaprah antara Pesta Kelahiran Santa Perawan Maria dengan Hari Raya Santa Perawan Maria dikandung tanpa noda. Pertama-tama, dalam perayaan liturgi Gereja Katolik, Hari Raya (Solemnity) lebih tinggi tingkatannya dari Pesta (Feast). Pada Hari Raya, umat Katolik diwajibkan menghadiri Perayaan Ekaristi. Pada Pesta, umat Katolik sangat disarankan menghadiri perayaan Ekaristi. Kemudian, Hari Raya Santa Perawan Maria dikandung tanpa noda dirayakan pada tanggal 8 Desember. Sedangkan Pesta Kelahiran Santa Perawan Maria dirayakan pada tanggal 8 September. Mengapa 8 Desember dan mengapa 8 September ? Santa Perawan Maria Dikandung Tanpa Noda berarti bahwa Santa Perawan Maria oleh karena rahmat dan kuasa Allah, terbebas dari noda dosa sejak awal ia dikandung oleh ibunya, St. Anna. Maria dipersiapkan Allah untuk menjadi tempat kediaman-Nya di dunia untuk menyelamatkan manusia. Oleh karena Allah tidak dapat bersatu atau terkena noda dosa, maka Maria dikuduskan oleh Allah sejak awal ia dikandung supaya menjadi layak bagi Allah. St. Maria kepada St Bernadetta: "Akulah yang dikandung tanpa noda."Hari Raya Santa Perawan Maria Dikandung Tanpa Noda jatuh pada tanggal 8 Desember karena pada tanggal 8 Desember 1854, Beato Paus Pius IX, menegaskan dan mendefinisikan secara resmi Dogma Santa Perawan Maria dikandung Tanpa Noda dalam Bulla Kepausan, Ineffabilis Deus. Kelahiran Santa Perawan MariaSedangkan, Pesta Kelahiran Santa Perawan Maria pertama-tama dirayakan di Gereja-gereja Timur. Dokumen terawal yang kita miliki mengenai hal ini adalah Himne Pesta Kelahiran Santa Perawan Maria pada abad ke-6 karangan St. Romanus, seorang penyair terkenal dari Gereja Yunani. Baru pada abad ke-7 perayaan ini hadir di Gereja Barat, pertama-tama di Keuskupan Rheims. Pesta ini, sebelum keluarnya Bulla Ineffabilis Deus di atas, dirayakan pada tanggal berbeda di berbagai tempat. Namun sejak keluarnya Bulla Kepausan di atas, Pesta ini dirayakan di berbagai tempat pada tanggal yang sama yaitu tanggal 8 September. 8 September ditentukan berdasarkan penghitungan pengandungan tradisional (9 bulan). Maria dikandung pada 8 Desember dan lahir sembilan bulan kemudian, 8 September. Demikian katekese singkatnya, semoga menjadikan kita semakin mencintai Bunda Maria. Pax et Bonum sumber :http://indonesian-papist.blogspot.com
|